• March 2, 2024

Ulasan Grup F UCL 2023/24: Emang Boleh Seneraka Ini?

Dengan backsound yang khas, UEFA telah memposting teaser Liga Champions. Kembali terdengarnya lagu yang dirindukan oleh seluruh fans Liverpool itu menandai dimulainya turnamen antarklub paling akbar se-Benua Biru. 

Drawing sudah dilakukan dan hasilnya cukup menarik. Grup F dinobatkan jadi “Grup Neraka” musim ini. Tim-tim kuat seperti PSG, AC Milan, Newcastle United, dan Borussia Dortmund ngumpul di grup ini.

Keempatnya punya kans yang sama besar untuk lolos ke fase gugur, mengingat kualitas skuad yang mereka miliki hampir sama. Selain persaingan, di grup ini juga tersaji beberapa intrik dan memori masa lalu. Lantas, siapa yang berhak untuk mengamankan dua tiket ke babak 16 besar?

Temu Kangen

Jika melihat profil keempat tim di Grup F, tentu sangat menarik. Selain memiliki peluang yang sama dalam merebut slot ke babak 16 besar, pertarungan ini akan jadi ajang temu kangen bagi sebagian pemain.

Selain pertemuan antara saudara Lucas Hernandez dan Theo Hernandez, laga yang mempertemukan AC Milan dan PSG diperkirakan bakal jadi laga yang dinanti-nanti oleh Curva Sud, karena mereka akan kedatangan Gianluigi Donnarumma.

Sedangkan laga antara Newcastle dan AC Milan bakal jadi pertemuan yang cukup emosional bagi punggawa anyar The Magpies, Sandro Tonali. Kabarnya, sang pemain masih menaruh hati pada klub yang membesarkan namanya itu. 

Tak cuma Tonali dan Donnarumma, ada Christian Pulisic, Aleksander Isak, dan Achraf Hakimi yang akan bertemu mantan rekan-rekannya kala bertandang ke Signal Iduna Park. Semoga pasukan The Yellow Wall bisa menerima kedatangan mantan pemainnya dengan ramah. Toh, ketiganya tak punya masalah di masa lalu.

PSG

Sedangkan secara peta kekuatan, keempat tim ini cukup berimbang. Terutama setelah PSG melepas beberapa bintangnya. Musim panas kali ini, sang juara bertahan Liga Prancis itu jadi klub yang rajin melepas pemain-pemain pilarnya. PSG bahkan dengan beraninya melepas Lionel Messi dan Neymar sehingga hanya menyisakan Kylian Mbappe.

Namun, bukan PSG namanya jika tak bisa mendapatkan pemain pengganti yang sepadan. Hingga narasi video ini dibuat, PSG sudah mendatangkan beberapa nama menarik macam Ousmane Dembele, Goncalo Ramos, Marco Asensio, dan Lee Kang-in. Sedangkan lini bertahan sudah di upgrade jadi lebih kokoh dengan kedatangan Lucas Hernandez dan Milan Skriniar.

Dari tahun ke tahun, materi pemain PSG memang selalu mewah. Tapi itu justru jadi awal permasalahan. Musuh PSG tuh bukan tim lawan, melainkan dirinya sendiri. Intrik dan suasana ruang ganti yang tak pernah harmonis jadi PR utama. Luis Enrique bahkan sempat mengeluhkan situasi di internal klub. Dilansir Goal, ia bahkan sampai mengancam akan hengkang apabila masalah terus bermunculan.

Secara permainan, Enrique akan menggunakan skema 4-3-3 dan mengedepankan penguasaan bola. Tapi di beberapa pertandingan terakhir, skema tersebut tampaknya belum berjalan dengan baik. Enrique juga masih kesulitan menemukan komposisi terbaik. Itu dibuktikan dengan trio lini depan yang masih sering berganti-ganti. Meski membawa skuad yang segar, tampaknya PSG terlihat meragukan di UCL musim ini.

AC Milan

Bukan cuma PSG yang memiliki skuad baru, AC Milan juga demikian. Awalnya banyak yang mengira kalau Milan akan kembali ke setelan pabrik dan dihuni pemain-pemain medioker setelah ditinggal Paolo Maldini. Nyatanya tidak. Meski terlihat humble di bursa transfer, pemain yang didatangkan cukup banyak.

Dari banyaknya pemain yang datang, Olivier Giroud dan Rafael Leao tetap jadi andalan di lini depan. Namun, kedatangan Christian Pulisic bakal jadi warna baru di sektor sayap Milan. Apalagi keduanya pernah bekerjasama sewaktu di Chelsea. Btw, aroma The Blues memang cukup kental di skuad Milan musim ini. Apalagi setelah kedatangan Pulisic dan Ruben Loftus-Cheek.

Sama-sama menggunakan skema 4-3-3, Milan asuhan Stefano Pioli tampil cukup baik di dua pertandingan awal Serie A. Area Sayap masih jadi sektor kekuatan Milan musim ini. Digawangi oleh Pulisic di kanan dan Leao di kiri, mereka bisa jadi pemain yang merepotkan barisan bek lawan. Terlebih Leao dicover oleh Theo Hernandez yang mainnya gila kalo udah ikut menyerang.

Secara pertahanan, Milan juga oke. Mereka memiliki Mike Maignan di bawah mistar. Musim lalu, mantan pemain PSG ini jadi salah satu kiper terbaik di Serie A dalam dua musim terakhir. Musim ini Milan tampak lebih siap dalam mengarungi kompetisi Eropa. Itu dilihat dari kedalaman skuad yang jauh lebih baik dari musim lalu.

Borussia Dortmund

Mungkin bisa dibilang Borussia Dortmund jadi tim yang paling tidak meyakinkan di grup F. Dilihat dari materi skuad saja jauh dari kata spesial. Tak banyak tambahan yang berarti di musim panas kali ini. Tercatat hanya Nicklas Fullkrug dan Felix Nmecha saja yang menarik dinantikan aksinya.

Apalagi dalam tiga musim terakhir, performa Die Borussen di kompetisi Eropa cukup mengkhawatirkan. Paling bagus mereka hanya mencapai babak perempat final pada musim 2020/21. Musim lalu saja, mereka disingkirkan oleh klub pesakitan macam Chelsea di babak 16 besar. Jadi tak heran jika menyebut Dortmund bakal kesulitan untuk bersaing dengan ketiga tim lainnya.

Tak ada yang bisa diharapkan dari Dortmund di Liga Champions musim ini. Mereka harus berpikir lebih realistis. Tanpa merendahkan siapapun, mungkin Dortmund lebih baik fokus kompetisi domestik saja ketimbang berusaha mencapai apa yang diluar kemampuan mereka.

Newcastle United

Setelah 20 tahun absen, Newcastle United jadi klub yang paling dinanti di Liga Champions musim ini. Sialnya, mereka langsung tergabung dalam grup neraka yang berisikan tim-tim berpengalaman di Liga Champions. Meski begitu, pasukan Eddie Howe tampaknya tak patah arang.

Kieran Trippier dan kolega siap tampil habis-habisan untuk mengamankan satu tiket ke babak 16 besar. The Magpies sudah memperkuat diri dengan membeli beberapa pemain baru musim panas ini. Meski yang didatangkan bukan nama-nama besar macam PSG, pemain yang dipilih Eddie Howe adalah pemain yang bisa mengerek performa tim.

Contohnya saja dampak instan yang diberikan Sandro Tonali dan Harvey Barnes. Kehadiran Tonali membuat kedalaman lini tengah The Magpies semakin baik. Tonali membuat Eddie Howe lebih leluasa dalam memilih komposisi lini tengahnya. Sementara, kehadiran Barnes menambah daya gedor di lini depan. Tercatat, dalam 3 pertandingan bersama The Magpies musim ini, ia telah mencetak 1 gol dan 1 assist.

Tampil untuk pertama kali setelah sekian lama, membuat The Toon Army memiliki motivasi lebih. Setidaknya, Newcastle tak mau membuat bos besar yang berada di Arab Saudi sana kecewa. So, skuad asuhan Eddie Howe pasti akan memberikan kejutan untuk ketiga tim lain. PSG dan AC Milan patut waspada dengan tim yang satu ini.

Prediksi Klasemen Akhir

Ini adalah grup yang paling seru, keempat tim diperkirakan memiliki peluang yang tak jauh berbeda untuk lolos ke fase gugur. PSG tetap menjadi favorit karena memiliki skuad paling mewah dan DNA Liga Champions dalam diri Luis Enrique. Tapi performanya sedang angin-anginan.

Mereka harus waspada dengan skuad racikan baru AC Milan dan si anak hilang dari Inggris, Newcastle United. Jika Kylian Mbappe cs lengah, bisa-bisa dua klub tersebut lah yang lolos ke babak berikutnya. Sedangkan Dortmund, kalian harus berjuang lebih keras dari biasanya. Kalau tidak, kalian akan jadi bulan-bulanan ketiga tim lain.

Sumber: Goal, ESPN, Ligue 1, Premier League

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *