• March 2, 2024

Sempat Berseteru, Kenapa Persija Kembali Datangkan Simic?

Bocornya informasi transfer pemain pernah jadi konsep yang dipakai Bali United saat mendatangkan Hariono. Tapi yang dilakukan Persija Jakarta beda lagi. Ini cenderung seperti blunder dari salah satu tim media Persija. Soalnya, sebelum pihak klub mengeluarkan pernyataan resmi, video Marko Simic mengenakan jersey Persija bocor melalui postingan akun bernama @aallffaarraabbyy.Β 

Sontak video tersebut ramai diperbincangkan. Langkah yang diambil Persija cukup mengejutkan. Karena klub kebanggaan warga Jakarta itu memiliki kenangan buruk dengan Marko Simic. Keduanya pernah berselisih hebat tahun lalu sehingga mengakibatkan Persija didenda miliaran rupiah oleh FIFA. Lantas apa yang membuat Persija mau bekerjasama lagi dengan Simic?Β 

Padahal Pernah Berseteru

Di era keemasannya, sulit memisahkan nama Marko Simic dengan Persija. Sang pemain begitu dicintai oleh publik Jakarta, begitupun sebaliknya. Simic seperti menemukan rumah di Persija Jakarta. Maka dari itu, meski kompetisi sempat terhenti karena Covid-19, ia tetap bertahan di Persija.

Namun, pandemi justru memunculkan benih-benih konflik antara Marko Simic dan Persija. Desclaimer saja, Simic ini tipikal pemain yang tak bisa dijauhkan dari hal-hal berbau kontroversi. Ia bahkan sempat tersandung beberapa kasus pelecehan yang salah satunya melibatkan pedangdut kondang, Via Vallen pada tahun 2018.

Nah, konflik yang paling parah terjadi pada tahun 2022. Dia mengaku gajinya tak dibayar oleh klub ketika kompetisi mandek karena pandemi. Akhirnya, Simic pun mengakhiri kontrak secara sepihak. Penyerang berusia 35 tahun itu juga mengaku mendapatkan ancaman dari beberapa pihak yang tak bertanggung jawab.

Pihak Persija pun membantah tuduhan tersebut. Kata Presiden Persija, Mohamad Prapanca, Persija merupakan klub yang taat hukum. Ia mengklaim kalau Simic tetap mendapatkan gaji yang sesuai dengan keputusan PSSI terkait pemberhentian kompetisi karena adanya pandemi Covid-19.Β 

Dalam Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020, pihak klub berhak memotong gaji pemain sebesar 75% selama kompetisi dihentikan. Dan Simic sepakat untuk itu. Namun, seiring berjalannya waktu, sang pemain memiliki pemahaman yang berbeda untuk adendum berikutnya.Β 

Tidak menemukan jalan tengah, Simic pun membawa permasalahan ini ke FIFA. Setelah mengumpulkan bukti-bukti, FIFA pun mengabulkan tuntutan Simic. Persija dicap bersalah atas perselisihan ini dan akhirnya dihukum oleh FIFA untuk membayar kewajibannya sebesar Rp7 miliar kepada Simic.

Pernah Gacor Pada Masanya

Pernah terlibat konflik yang cukup bikin kantong Persija terkuras, kenapa mereka masih mau bekerjasama lagi dengan mantan pemainnya itu? Banyak faktor yang mendasari Persija mau mengontrak Marko Simic lagi. Salah satunya karena track record yang baik selama empat setengah tahun bersama.

Saat membela Persija dari tahun 2017 hingga 2022, Simic dikenal sebagai penyerang yang haus gol. Bermodalkan badan yang kekar dan ketajaman di depan gawang, Simic menjelma jadi mimpi buruk bagi pertahanan tim-tim Liga 1 Indonesia saat itu.

Ketajaman mantan rekan Dejan Lovren ini sudah terlihat sejak Piala Presiden tahun 2018. Simic jadi pemain terbaik sekaligus top skor ajang tersebut dengan torehan 11 gol. Kecemerlangannya pun terus berlanjut ke kompetisi Liga 1 tahun 2018.

Di musim perdananya tampil di Liga Indonesia, Simic mencetak 18 gol dari 30 penampilan. Belum lagi, pada saat itu Persija juga tampil di AFC Cup. Memainkan tujuh pertandingan di kompetisi tersebut, Simic mencetak sembilan gol. Itu catatan yang luar biasa untuk debutan di Liga Indonesia.

Simic mengakhiri musim debutnya dengan manis. Ia berhasil mengawinkan gelar Piala Presiden dengan gelar juara Liga 1 tahun 2018. Bukannya mengendur, Simic justru makin gacor di musim-musim berikutnya.Β 

Membangun koneksi yang luar biasa dengan Riko Simanjuntak, jumlah gol Simic kian melonjak. Ia bahkan dinobatkan menjadi top skor Liga 1 tahun 2019 dengan catatan 28 gol. Sayangnya, Persija tak bisa mempertahankan gelar di musim tersebut.

Tingginya Standar Thomas Doll

Persija bahkan berani kembali mengontrak Simic selama dua tahun. Itu akan membuat dirinya bertahan hingga berusia 37 tahun. Tapi kenapa Marko Simic? Dia kan udah tua? Kabarnya, Persija cukup kesulitan mencari pemain yang sesuai dengan kriteria Thomas Doll. Sekalinya ada, harganya sangat mahal.

Nah, seperti yang sudah disampaikan tadi, rekam jejak Simic di Liga Indonesia jadi pertimbangan. Bermain 111 pertandingan di semua kompetisi, Simic telah mencatatkan 73 gol selama membela Macan Kemayoran.Β 

Jika kita mengesampingkan seluruh kontroversinya, Simic merupakan striker jempolan di Liga Indonesia. Jadi pihak Persija merasa Simic bisa memberikan jaminan gol ketimbang harus bertaruh pada penyerang baru yang kualitasnya belum teruji di persepakbolaan Indonesia

Musim Lalu Jadi Evaluasi

Selain itu, Persija juga sedang mengubah sistem transfer mereka. Melihat pemain yang sudah didatangkan, mereka tampaknya cukup trauma dengan pemain-pemain asing berbandrol tinggi di musim lalu. Jadi, Persija baru mendatangkan pemain yang kualitasnya sudah terbukti di Indonesia.

Mereka adalah Rizky Ridho dari Persebaya dan Ryo Matsumura yang pernah bermain di Persis Solo. Manajemen Persija tentu banyak belajar setelah mendapatkan hasil yang tak maksimal meski sudah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk mendatangkan empat pemain asing berlabel bintang.

Sebut saja Hanno Behrens, pemain Jerman yang ditebus hampir Rp3,5 miliar dari klub kasta kedua Liga Jerman, Hansa Rostock. Awalnya Behrens tampil sangat baik. Ia bahkan jadi andalan Thomas Doll di sektor tengah. Namun, sang pemain bermasalah dengan cuaca dan makanan di Indonesia. Menurutnya, makanan Indonesia sering membuat Behrens sakit perut dan itu mengganggu performanya di lapangan.

Selain itu ada Michael Krmencik. Usut punya usut, pemain ini jadi penandatanganan termahal dalam sejarah Persija. Menurut situs Transfermarkt, harga transfernya dirahasiakan. Tapi melansir laporan Sportstars, Persija harus merogoh kocek hingga 1,5 juta euro atau Rp23 miliar untuk menebus Krmencik dari Club Brugge. Itu jadi angka yang tak sebanding dengan performanya selama musim 2022/23.

Menghabiskan puluhan miliar rupiah tapi kalah saing sama PSM yang menggunakan pemain seadanya, tentu bikin manajemen Persija tepok jidat. Mereka tak mau asal mengiyakan permintaan Doll lagi. Macan Kemayoran sedikit berhati-hati dalam mendatangkan pemain anyar musim ini dan Simic jadi opsi paling masuk akal.

Win-win Solution?

Ada faktor non teknis yang muncul ketika Persija mengumumkan kedatangan Simic. Dilansir Goal, kesepakatan ini adalah win-win solution mengingat mereka pernah berkonflik tahun lalu.

Transfer ini merupakan siasat untuk mengatasi hukuman FIFA. Persija yang diperkirakan enggan membayar Rp7 miliar kepada Simic akhirnya mendatangkan kembali sang pemain karena mereka tahu, kalau Simic masih mencintai Persija.

Hanya saja, jika benar demikian, itu bukanlah keputusan yang menyenangkan semua pihak, terutama untuk Jakmania. Semua mengakui Simic striker bagus, tapi banyak yang beranggapan masanya sudah lewat. Image Simic di mata beberapa fans juga sudah buruk saat memutuskan kontrak secara sepihak.

Simic Buka Suara

Melihat respons yang kurang baik, Simic pun angkat bicara. Menurutnya, ada urusan yang belum selesai dengan Persija. Ia merasa masih ada target-target yang harus dicapai bersama Macan Kemayoran. Simic juga menyinggung rencana besar yang dicanangkan oleh Persija. Mengingat tim akan berlaga di kompetisi Asia musim depan.

Apa pun latar belakang keputusan Persija mendatangkan kembali Simic, harus dilihat dari hasilnya. Keduanya harus saling berkomitmen untuk membuktikan bahwa reuni ini adalah perwujudan dari slogan β€œTo The Next Level”, bukan karena nggak ada opsi lain.

Sumber: Goal, Sportstars, Tempo, CNN, Bolasport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *