• February 24, 2024

Sampai Kapan AC Milan Terus Bergantung Kepada Rafael Leao?

AC Milan memang tak salah bertaruh kepada Rafael Leao. Saat Leao masih berusia 20 tahun, Rossoneri rela merogoh koceknya hingga €29,5 juta euro untuk mengangkutnya dari Lille ke San Siro.

Pada awalnya situasi tak berjalan sesuai rencana. Butuh waktu bagi Rafael Leao untuk beradaptasi dengan iklim Liga Italia. Leao juga beberapa kali mendapat kritik hanya gara-gara gesturnya yang dikira bermalas-malasan.

Namun pada akhirnya ia meledak di musim ini. Leao tampil memukau. Kecepatan dan ketrampilannya mengolah si kulit bundar keluar dengan sempurna. Leao jadi bagian penting dan pemain dengan andil yang sangat besar ketika AC Milan sukses merengkuh scudetto musim lalu.

Secara mengejutkan, pemain internasional Portugal itu juga dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik Serie A. Para expert dan stakeholder Serie A sepertinya juga telah dibuat berdecak kagum. Sumbangan 11 gol dan 8 asis sudah cukup untuk membuat Rafael Leao meraih predikat MVP.

AC Milan pun tentu senang. Namun, di sisi lain, keberadaan Rafael Leao telah membuat Rossoneri terlena. Mereka terlalu sibuk meramu kesepakatan dan mencari formula yang pas untuk memperpanjang kontrak Rafael Leao yang mulai diincar klub besar Eropa lainnya. Situasi tersebut membuat Milan tak segera mencari pelapis Leao.

Di atas lapangan, pelatih Stefano Pioli sepertinya juga dibuat terlena. Serangan Milan terlihat sangat bergantung kepada Leao. Yang lebih parah, kualitas serangan Milan menurun drastis di saat Rafael Leao absen. Ketergantungan kepada Rafael Leao ini kemudian menjadi titik lemah Milan.

AC Milan Tumpul Tanpa Rafael Leao

Terbaru, titik lemah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sang rival sekota, Inter. Leg pertama semifinal Liga Champions adalah bukti terbaru betapa bergantungnya Milan kepada Leao. Di laga ini, Rafael Leao absen setelah menderita cedera adduktor di laga melawan Lazio. Tanpa kehadiran Leao di sayap kiri, AC Milan tampil tumpul.

Ini bukan omong kosong belaka. Statistik jadi buktinya. Pada laga yang digelar 11 Mei dini hari WIB itu, Milan memang menang penguasaan bola hingga 57%. Namun, sepanjang laga, anak asuh Stefano Pioli lebih sedikit memberi ancaman ketimbang Inter.

Dari 14 kali upaya, hanya 2 sepakan yang mengarah tepat sasaran ke gawang Andre Onana. Yang pasti, dari semua upaya tersebut tidak ada yang berbuah gol.

Selain menang penguasaan bola, Milan juga sejatinya lebih banyak menusuk pertahanan Inter. Jumlah dribbles yang dicatat pasukan Stefano Pioli mencapai 21, sedangkan pasukan Simone Inzaghi hanya mencatat 17 dribbles. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya sedikit dari dribble pemain Milan yang menghasilkan tembakan.

Seperti Alexis Saelemaekers. Pemain timnas Belgia yang mengisi ruang yang ditinggalkan Rafael Leao ini berhasil mencatat 5 dribbles sukses. Namun, takada satu pun dari tusukannya yang menghasilkan ancaman.

Pada intinya, AC Milan memang tumpul tanpa sosok Rafael Leao. Kecepatan, skill, dan akurasi Leao memang jadi senjata yang diandalkan oleh Stefano Pioli. Ketika sosok ini hilang, ruh dari lini serang Milan juga ikut menghilang.

Pioli sendiri sebenarnya telah melakukan upaya untuk mengurangi ketergantungan timnya terhadap Rafael Leao. Namun, Pioli terlihat kewalahan untuk mencari alternatif saat Leao dipastikan absen. Selain Saelemaekers, Ante Rebic dan Divock Origi juga pernah dipasang di posisi Leao. Namun hasilnya, nihil.

Tanpa Leao, Milan Sulit Menang

Fakta juga membuktikan, ketika Milan tampil tanpa Leao, mereka bakal sulit meraih kemenangan. Terlepas dari laga kontra Lazio di pekan ke-34 yang berakhir dengan kemenangan 2-0, di laga lainnya tanpa Leao, Milan selalu meraih hasil buruk.

Terbaru, setelah takluk dari Inter di semifinal UCL, pasukan Stefano Pioli kembali menelan pil pahit saat bertandang ke markas Spezia. Tanpa Rafael Leao yang cedera, Milan membawa pulang kekalahan 2-0. Sebuah hasil yang membuat Milan makin sulit menembus 4 besar.

Sebelumnya, Milan sudah 2 kali kalah saat Rafael Leao absen akibat akumulasi kartu. Ini terjadi saat Milan menjamu Napoli di giornata 7 dan saat Milan bertandang ke markas Fiorentina di giornata 25. Di dua laga tersebut, Milan takluk dengan skor 2-1. Artinya, di 3 laga Serie A tanpa Leao, Milan selalu kalah.

Hasil kurang memuaskan juga didapat AC Milan saat Stefano Pioli tak memainkan Rafael Leao sebagai starter. Sepanjang musim ini, Leao tercatat 7 kali dimainkan sebagai pemain pengganti di Serie A. Dari jumlah tersebut, hanya 1 laga yang berakhir dengan kemenangan, yakni saat Milan menjamu Monza di giornata 11. Sementara itu, 4 laga lainnya berakhir dengan hasil imbang dan 2 lainnya berakhir dengan kekalahan.

Kekalahan didapat Milan dari Sassuolo dan Inter di giornata 20 dan 21. Sementara hasil imbang didapat dari Empoli di giornata 29 dan Bologna di giornata 30, serta saat dua kali berhadapan dengan Cremonese.

Sementara di ajang lainnya, AC Milan juga kalah dari Torino dan tersingkir dari Coppa Italia ketika Rafael Leao baru bermain sebagai pemain pengganti. Beberapa catatan ini menjadi bukti sahih betapa bergantungnya AC Milan kepada Rafael Leao.

Tanpa sosok Rafael Leao di sayap kiri, Milan sulit menang. Sebaliknya, ketika Leao hadir dan dimainkan sebagai starter, persentase kemenangan Milan meningkat, apalagi ketika Leao mampu mencetak gol atau asis.

Rafael Leao adalah pencetak gol dan asis terbanyak AC Milan musim ini. Sejauh ini, winger 23 tahun ini telah mengemas 12 gol dan 7 asis dalam 32 penampilannya di Serie A. Gol dan asis tersebut dicetak Leao dalam 13 pertandingan, di mana 10 laga di antaranya berakhir dengan kemenangan dan 3 lainnya berakhir imbang. Artinya, ketika Leao mampu mencetak gol atau minimal menyumbang asis, Milan tak pernah kalah.

Rafael Leao Fix Bertahan, tapi Milan Harus Cari Pelapis Sepadan

Beberapa catatan tadi adalah bukti betapa performa AC Milan begitu dipengaruhi oleh kehadiran Rafael Leao di atas lapangan hijau. Pelatih Stefano Pioli juga begitu mengandalkan sosok Leao. Itulah mengapa manajemen Rossoneri berusaha mati-matian memperpanjang kontraknya.

Negosiasi perpanjangan kontrak Rafael Leao sendiri berjalan alot. Tak ingin mengulang kesalahan musim sebelumnya, Milan yang tak mau kehilangan bintangnya lagi secara cuma-cuma, telah intens melakukan negosiasi kontrak baru dengan Rafael Leao sejak tahun lalu, meskipun kontrak yang bersangkutan baru akan habis pada 1 Juni 2024.

Kabar baiknya, setelah berbulan-bulan tanpa kepastian, saga perpanjangan kontrak Rafael Leao akhirnya akan segera menemui akhir yang indah. Jurnalis transfer nomor 1, Fabrizio Romano juga telah menyatakan “here we go”. Kabar tersebut tentu membuat Chelsea dan Real Madrid, dua klub yang santer dikabarkan mengincar Leao, harus gigit jari.

Berdasarkan penuturan Fabrizio Romano di akun twitternya, Rafael Leao dikabarkan telah menandatangani kontrak jangka panjang baru dengan AC Milan hingga Juni 2028. Dalam kontrak baru tersebut, Leao akan diikat dengan klausul pelepasan senilai €175 juta dan mendapat gaji bersih senilai €5 juta per musim plus bonus.

Kontrak baru Rafael Leao adalah sebuah kabar gembira. Tak hanya bagi Milan, tetapi juga para pendukungnya. Namun, kami masih meyakini kalau pekerjaan Milan belum selesai meski telah berhasil mempertahankan mega bintangnya.

Kembali ke inti masalahnya, AC Milan terlalu bergantung kepada Rafael Leao. Kondisi ini jelas tak bagus bagi klub sebesar Milan. Lagipula, mau sampai kapan Milan menggantungkan nasibnya di pundak Rafael Leao?

Untuk itulah, apapun hasil akhir yang didapat Milan musim ini, Rossoneri wajib membeli pemain baru yang mampu melapisi Rafael Leao. Selain itu, Milan juga sebaiknya mencari winger kanan, playmaker, dan striker anyar yang bisa mengimbangi permainan Leao.

Tujuannya bukan untuk mereduksi peran Rafael Leao. Akan tetapi untuk tetap mempertahankan ketajaman lini serang Rossoneri ketika Leao tidak perform atau absen. Dengan begitu, ketergantungan Pioli terhadap Leao akan berkurang dan membuat Milan makin berbahaya musim depan.

Semoga saja saran ini telah dipertimbangkan manajamen Rossoneri. Dan semoga, Milan juga punya uang yang cukup untuk belanja pemain anyar di bursa transfer nanti.


Referensi: UEFA, Transfermarkt, Detik, Goal, SempreMilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *