• March 2, 2024

Pembelian Pemain ANTI GAGAL di Musim 2023/24

Setiap pemain yang baru pindah klub wajarnya membutuhkan waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan situasi dan skema permainan klub tersebut. Namun, bagi beberapa pemain tertentu, hal tersebut tak berlaku. Dengan kualitas yang memang di atas rata-rata, mereka dengan cepat menyesuaikan diri di tempat baru.

Contohnya saja kehadiran Declan Rice di lini tengah Arsenal. Meski baru bergabung di awal musim 2023/24, Rice bermain seperti sudah bertahun-tahun berseragam The Gunners. Dirinya membuat lini tengah skuad asuhan Mikel Arteta menjadi lebih dinamis dan solid. Tentu bukan hanya Rice yang mampu melakukan itu. Berikut adalah pemain anyar yang mampu berkontribusi banyak meski baru didatangkan di awal musim 2023/24.

Jude Bellingham

Sudah jelas Jude Bellingham harus masuk dalam daftar ini. Tampaknya Real Madrid tak rugi membayar mahal pemuda berusia 20 tahun itu. Bagaimana tidak? Wong baru sebentar saja kualitasnya yang ditunjukin sudah begitu dahsyat. 

Menariknya, meski berposisi asli gelandang, naluri menyerang dari pemain berkebangsaan Inggris itu sangat baik. Bellingham bahkan sudah mencatatkan sepuluh gol dari sepuluh pertandingan yang sudah dimainkan bersama El Real.

Tak cuma itu, kehadiran Bellingham di skuad Carlo Ancelotti telah menyegarkan trio lini tengah Real Madrid yang dianggap sudah usang. Bersama Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, Bellingham membangun trio baru yang lebih ofensif.

Dalam trio tersebut, Bellingham mengambil peran yang lebih menyerang. Bahkan ia cukup sering terlihat di kotak penalti lawan untuk menemukan ruang tembak. Dengan performanya yang terbilang terus menanjak, Bellingham kini dijagokan untuk meraih trofi Golden Boy tahun 2023.

Harry Kane

Selanjutnya adalah Harry Kane yang musim ini memutuskan untuk menyebrang ke Munchen. Setelah sempat gagal dengan Sadio Mane. Kane yang ditebus dengan bandrol 100 juta euro (Rp1,6 triliun) menjelma pengganti sepadan untuk Robert Lewandowski.

Munchen tak memerlukan waktu lama untuk melihat versi terbaik Kane ketika bermain di Bundesliga. Meski sempat gagal membawa The Bavarian menjuarai DFL-Super Cup, Kane langsung menebusnya di matchday pertama Bundesliga. Tak tanggung-tanggung, ia langsung mencatatkan satu gol dan satu assist di laga kontra Werder Bremen.

Telah memainkan sepuluh pertandingan di semua kompetisi, Harry Kane mencatatkan sembilan gol dan lima assist untuk Bayern. Dengan torehan assist yang cukup tinggi, Kane membuktikan kalau dirinya juga piawai menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Kane bagai kepingan puzzle terakhir yang Bayern cari selama dua musim terakhir.

Victor Boniface

Masih dari kompetisi yang berlogo orang menyepak, Victor Boniface jadi nama selanjutnya yang masuk dalam daftar ini. Dibeli Bayer Leverkusen dari Union Saint-Gilloise, Boniface membawa lini depan Die Werkself ke level yang jauh lebih tinggi. Meski baru didatangkan pada awal musim, pemain asal Nigeria itu langsung nyetel dengan skema Xabi Alonso.

Boniface dikenal sebagai penyerang serba bisa. Ia piawai menggunakan kedua kakinya dan kerap menciptakan pergerakan cerdas yang sulit dideteksi oleh lawan. Selain itu, rekan senegara Victor Osimhen itu juga memiliki kekuatan dan kecepatan yang luar biasa untuk memenangkan duel satu lawan satu dengan bek lawan. Jadi tak heran apabila gaya bermain Boniface sering disamakan dengan Robert Lewandowski. 

Dengan kualitas luar biasa itu, tak sulit baginya untuk menyita perhatian di Bundesliga. Dari sepuluh pertandingan yang sudah ia mainkan di semua ajang, Boniface sudah mencatatkan sembilan gol dan tiga assist. Semakin luar biasa karena dengan gol-golnya itu, ia bisa mengantarkan Leverkusen memuncaki klasemen sementara Bundesliga.

James Maddison

Beralih ke Liga Inggris, ada banyak pemain yang langsung nyetel dengan klub barunya. Namun, tak ada yang semenarik James Maddison di Tottenham Hotspur. “Dipungut” dari Leicester City yang musim lalu terdegradasi, Maddison membuktikan kualitasnya memang layak untuk tetap berada di kasta tertinggi Liga Inggris.

Meski baru saja didatangkan di awal musim 2023/24, kreativitas dan naluri menyerang Maddison jadi sangat penting bagi Spurs. Ia jadi bagian paling penting di skema Ange Postecoglou. Dengan adanya Maddison di lini tengah Spurs, dimensi serangan tim makin bervariasi. Maklum, musim-musim sebelumnya, Spurs tak memiliki gelandang kreator sepertinya.

Dalam sembilan pertandingan yang sudah dimainkan, Maddison sudah terlibat dalam tujuh gol Spurs dengan rincian dua gol dan lima assist. Tak cuma itu, Maddison juga membangun koneksi yang menarik dengan Son Heung-min. Duo “Son” itu akan jadi duet baru setelah Spurs kehilangan sosok Harry Kane di lini serang. Dengan kontribusinya itu, Spurs bahkan kini tengah bertengger di puncak klasemen sementara Liga Inggris.

James Ward-Prowse

Selain Tottenham, West Ham United juga punya gelandang anyar yang langsung memberikan kontribusi lebih pada diri James Ward-Prowse. Sama-sama diangkut dari klub yang musim lalu terdegradasi, Ward-Prowse membuktikan kalau dirinya masih layak bersaing di kasta tertinggi. 

Meski hampir seumur hidupnya dihabiskan di Southampton, Ward-Prowse bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan skema permainan West Ham asuhan David Moyes. Terlepas dari itu, kualitas Ward-Prowse memang di atas rata-rata pemain Soton lain. Akurasi umpan, kreativitas dan kemampuannya mengeksekusi bola mati jadi atribut unggulan JWP.

Selain itu Ward-Prowse merupakan pemain tengah serba bisa. Ia bisa bermain bertahan dan menyerang sama baiknya. Itulah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Moyes. Bahkan menurut Sky Sport, JWP dianggap pengganti yang sempurna Declan Rice. Hingga narasi ini ditulis, Ward-Prowse sudah mencatatkan enam assist dan dua gol dari sembilan pertandingan untuk West Ham.

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku bisa dibilang jadi kado terindah AS Roma awal musim 2023/24. Terlepas dari kontroversi dan permasalahannya, Lukaku telah menjelma jadi mesin gol baru Giallorossi. Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, Big Rom sudah mencatatkan tujuh gol untuk Roma.

Mantan bomber Everton itu menyebut Jose Mourinho punya andil besar dalam membangkitkan performanya musim ini. Di saat tak ada yang menginginkannya, Mourinho datang untuk mengajaknya bergabung dengan Roma. Tak pikir panjang, Lukaku pun langsung menyanggupi tawaran tersebut.

Lukaku memang sangat mengenal sosok pelatih asal Portugal itu. Sebelum Roma, The Special One memang pernah melatih Lukaku saat masih di Chelsea dan Manchester United. Sayangnya, ia hanya bergabung Roma dengan status pinjaman. Well, kalau performanya terus seperti ini sih, nggak ada salahnya juga apabila Mourinho menyarankan Roma untuk mempermanenkan Lukaku akhir musim nanti.

Marcus Thuram

Terakhir ada Marcus Thuram. Diboyong Inter Milan dari Borussia Monchengladbach tanpa biaya sepeser pun, Thuram jadi penandatanganan yang sangat-sangat menguntungkan. Diplot sebagai pengganti Lukaku, Thuram sukses menjawab tantangan tersebut.

Meski cukup kesulitan di beberapa pertandingan awal, Thuram mulai bangkit di pekan ketiga Serie A. Menjamu Fiorentina di kandang, Thuram yang hanya bermain 70 menit mencatatkan satu gol dan satu assist. Laga tersebut jadi titik balik performa Thuram bersama Nerazzurri.

Mungkin Thuram bukanlah striker yang bisa mencetak gol di setiap laga. Namun, kekuatan menahan bola dan kreativitasnya di lini depan sangat berguna untuk tim. Dalam sepuluh pertandingan saja, ia sudah berkontribusi dalam sepuluh gol Inter dengan rincian tiga gol dan tujuh assist. Sementara menurut Fbref, expected assist Thuram berada di angka 1 per 90 menit. Luar biasa bukan?

Sumber: Bundesliga, Planet Football, BTL, Sempre Inter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *