• February 23, 2024

Pemain Asing Liga 2 Dianggap Bisa Putus Rezeki Penggawa Lokal

BolaMilenia.com – Hadirnya pemain asing Liga 2 dianggap bisa memutus rezeki penggawa lokal plus mengurangi kesempatannya. Diharapkan aturan itu bisa dipertimbangkan ulang demi kebaikan bersama.

Hal inilah yang disuarakan oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) soal kuota pemain asing dikompetisi kasta kedua itu. Seperti diberitakan sebelumnya, PT LIB mengumumkan kalau Liga 2 2023-24 akan dimulai per September mendatang. Nantinya tiap klub juga dibolehkan menggunakan dua pemain asing. Beberapa klub langsung bergerak untuk mencari pemain asing, bahkan sudah ada yang diresmikan.

Akan tetapi, belakangan APPI meminta PSSI dan PT LIB untuk mempertimbangkan lagi kuota pemain asing di kompetisi kasta kedua itu. Bukan tanpa sebab, dengan hadirnya penggawa asing, ditakutkan pemain lokal jadi memiliki kesempatan yang sedikit.

“Sehubungan dengan adanya rencana untuk menggunakan pemain asing Liga 2 musim kompetisi 2022/2023 yang akan digulirkan pada bulan September nanti, yakni setiap klub diperbolehkan untuk menggunakan 2 (dua) pemain asing (1 (satu) pemain dari Asia). Melalui surat ini, kami bermaksud meminta PSSI untuk dapat meninjau rencana diterapkannya peraturan tersebut,” tulis APPI.

Pemain Asing Liga 2 Dianggap Bisa Putus Rezeki Penggawa Lokal
Istimewa

“Hal ini dikarenakan adanya dampak secara langsung dirasakan oleh para pesepak bola Indonesia di mana sebelumnya telah dilakukan penambahan kuota pemain asing pada Liga 1 2023/2024. Dengan demikian jika rencana penggunaan pemain asing pada Liga 2 dijalankan, maka akan menambah banyaknya pesepakbola Indonesia yang kehilangan pekerjaannya, terutama mereka yang sebelumnya bermain di Liga 2,” sambung mereka.

Hadirnya Pemain Asing Liga 2 Sulitkan Penggawa Lokal

Dengan adanya pemain asing di kompetisi kasta kedua itu, bisa mempersulit penggawa lokal untuk mencari nafkah. Hal ini ditakutkan akan memunculkan masalah baru.

“Hal ini akan memicu timbulnya masalah lain dikemudian hari dan juga mengelimir makna sepakbola yang telah dianggap sebagai suatu penghidupan. Kami sangat terbuka untuk dapat melakukan dialog/audiensi. Dan berharap untuk dapat dilibatkan oleh PSSI dalam mengambil keputusan ataupun mencari opsi lainnya yang dapat dijadikan solusi terbaik bagi semua pihak,” tutup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *