• February 23, 2024

Nasib 7 Transfer Terakhir Arsene Wenger di Arsenal

Thierry Henry, Robin van Persie, hingga Mesut Ozil menunjukkan betapa suksesnya kebijakan transfer Arsene Wenger selama masa jabatannya di Arsenal. Pelatih berkebangsaan Prancis itu berkali-kali membuktikan kejeniusannya dalam menemukan pemain yang memiliki masa depan cerah.  

Meski begitu, para penggemar mulai sering mempertanyakan kebijakan transfer Wenger menjelang akhir masa pemerintahannya di Emirates Stadium. Prediksinya mulai meleset dan tak sedikit yang akhirnya hanya memperpanjang daftar pembelian gagal Arsenal. Lantas, bagaimana kabar tujuh transfer terakhir Wenger yang diragukan oleh fans itu?

Pierre-Emerick Aubameyang

Penyerang ini jadi salah satu pemain yang didatangkan Arsene Wenger di akhir-akhir jabatannya bersama Arsenal. Datang dari Borussia Dortmund pada awal tahun 2018, Aubameyang salah satu warisan paling berharga yang ditinggalkan Wenger untuk suksesornya. 

Tak butuh waktu lama bagi Auba untuk memenangkan hati para fans. Mantan punggawa AC Milan itu bahkan sudah mencetak gol di laga debutnya melawan Everton. Kecepatan dan kecerdasannya dalam memecah konsentrasi bek lawan jadi senjata utama Auba. Bersama The Gunners, ia mencatatkan 92 gol dalam 163 pertandingan. 

Ironisnya, di akhir musim bersama Arsenal, Auba justru bermasalah dengan kedisiplinan. Hal itu membuat Mikel Arteta tak lagi menjadikan Auba pilihan utama di lini depan. Setelah hengkang, ia sempat semusim di Barca namun malah menjadi pemain yang dikorbankan akibat buruknya manajemen keuangan klub.

Awal musim 2022/23, Auba akhirnya kembali ke London, tapi kali ini bukan Arsenal, melainkan Chelsea. Kembali ke london nyatanya bukan pilihan yang tepat bagi striker asal Gabon tersebut. Kesulitan beradaptasi membuat performa Auba jauh menurun. Ia bahkan hanya jadi penghangat bangku cadangan di era Graham Potter.

Alexandre Lacazette

Selanjutnya ada Alexandre Lacazette. Sama halnya dengan Aubameyang, Lacazette merupakan warisan yang berharga dari Arsene Wenger. Pada masa keemasannya, penyerang asal Prancis itu jadi partner yang sempurna bagi Aubameyang di lini depan.

Lacazette didatangkan pada awal musim 2017/18 dari Lyon. Pada awalnya, transfer ini tak berjalan baik bagi Lacazette. Ia kesulitan untuk memaksimalkan kemampuannya di London. Hal itu membuat beberapa fans selalu membanding-bandingkan dengan versi dirinya yang gacor di Lyon.

Tapi di musim kedua Lacazette mulai membaik. Ia mencetak 13 gol dan 10 assist dalam 35 pertandingan di Liga Inggris. Setelah itu, posisinya hampir tak tergantikan di lini depan. Lacazette bahkan sempat menjabat sebagai kapten ketika ban kapten dicopot dari lengan Granit Xhaka. 

Namun, ketika kursi kepelatihan beralih ke Mikel Arteta, performa Lacazette kembali menurun. Ia bahkan hanya mencetak empat gol saja musim 2021/22. Lacazette yang dianggap sudah habis memutuskan pulang ke pelukan Lyon. Lucunya, ia kembali moncer bersama Lyon. Penyerang asal Prancis itu mencetak 31 gol di semua kompetisi bersama Les Gones. Kayaknya Lacazette emang udah jodoh sama Lyon.

Henrikh Mkhitaryan

Pada tahun 2018, banyak fans yang mempertanyakan kenapa Alexis Sanchez ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan. Bagaimana tidak? Sebelumnya pemain asal Armenia itu dianggap bermain buruk bersama Setan Merah. Ia terbukti kesulitan menyesuaikan intensitas permainan Liga Inggris yang lebih cepat.

Beberapa fans meyakini kalau sang pemain juga akan bernasib sama di London, dan prediksi itu benar. Mkhitaryan gagal total di Arsenal. Berkat penampilannya yang dibawah rata-rata, baru setahun berseragam The Gunners, Mkhitaryan sudah dipinjamkan ke AS Roma. 

Di Serie A, pemain Armenia itu mulai memperbaiki performanya. Menunjukkan perkembangan, Roma pun akhirnya berani mempermanenkannya pada tahun 2020. Mkhitaryan meninggalkan Arsenal setelah hanya mencatatkan 59 pertandingan dan mencetak sembilan gol saja.

Performanya kain melonjak bersama Giallorossi, Mkhitaryan pun diangkut oleh Inter Milan pada awal musim 2022/23. Bersama Inter, Mkhitaryan berhasil mencapai partai final Liga Champions musim 2022/23. Sayangnya, timnya takluk dari Manchester City. 

Shkodran Mustafi

Shkodran Mustafi memang memenangkan dua Piala FA dan membuat lebih dari 151 penampilan untuk Arsenal. Tapi ia tak dikenal melalui momen-momen positifnya, melainkan karena momen-momen kocaknya ketika mengawal pertahanan The Gunners

Meski sempat jadi andalan dalam musim-musim awalnya di Arsenal, Mustafi tetap tak bisa menghindar dari kritikan karena performa buruk menjelang akhir karirnya di Arsenal. Ia akhirnya dilepas secara gratis ke Schalke pada tahun 2021. 

Tapi Mustafi hanya bertahan setengah musim di sana karena timnya dinyatakan terdegradasi dari Bundesliga. Setelah itu, ia pun kembali ke La Liga dan bergabung ke Levante. Nahas, Levante juga terdegradasi pada akhir musim 2022/23. Kini Mustafi berstatus tanpa klub.

Lucas Perez

Selanjutnya ada striker gagal, Lucas Perez. Datang pada tahun 2016 dengan status top skor Deportivo La Coruna, tak membuat Perez gacor di Arsenal. Ia bahkan kesulitan menembus skuad utama asuhan Arsene Wenger. Pemain berkebangsaan Spanyol itu hanya mencatatkan 21 penampilan dan hampir semuanya dimulai dari bangku cadangan.

Karena tak puas dengan penampilannya, Arsenal akhirnya meminjamkan Perez ke Deportivo lagi sebelum akhirnya melepas sang pemain ke West Ham pada tahun 2018. Sama halnya di Arsenal, Perez tak mampu berbicara banyak di West Ham. 

Gagal di Inggris, Perez memutuskan pulang ke Spanyol dengan harapan bisa kembali menemukan performa terbaiknya disana. Ia pun sempat berganti-ganti tim dari Alaves, Elche, Cadiz, sebelum akhirnya berakhir di Deportivo lagi. Namun, kini mereka berlaga di divisi ketiga Liga Spanyol.

Rob Holding

Di daftar ini, Rob Holding jadi satu-satunya warisan Arsene Wenger yang masih bertahan di Arsenal. Dilansir Planet Football, Wenger bahkan selalu membicarakan kehebatannya. Ia sempat bertanya-tanya kenapa tak ada klub yang berusaha mendatangkannya pada saat masih bermain di Bolton.

Didatangkan pada tahun 2016, Holding yang masih berusia 20 tahun awalnya bermain di tim cadangan. Saking tingginya harapan Wenger, ia tak pernah meminjamkan Holding kemanapun. Sayang, ketika tiba saatnya tampil di skuad utama, Holding justru diganggu cedera. Ia tak pernah mencapai potensi maksimal seperti yang diharapkan. Alhasil, ia tak pernah jadi pilihan utama di skuad Mikel Arteta.

Takuma Asano

Terakhir ada Takuma Asano. Ia jadi pemain Asia terakhir yang pernah didatangkan Arsene Wenger. Memiliki pengalaman melatih klub Jepang, membuat Wenger gemar memantau bakat-bakat Asia, dan Asano jadi pemain yang masuk dalam radarnya. Pelatih asal Prancis itu memang jeli dalam melihat bakat pemain. Sayangnya, Asano terlambat bersinar.

Didatangkan pada tahun 2016, Asano diproyeksikan bakal bersinar dengan Arsenal dalam kurun dua atau tiga musim. Untuk itu, Wenger meminjamkannya ke beberapa tim Bundesliga seperti Hannover dan Stuttgart agar Asano mendapat menit bermain yang cukup. 

Sayangnya, Arsene Wenger memutuskan pensiun di tahun 2018, sedangkan pelatih setelahnya enggan bersabar dengan Takuma Asano. Akhirnya, pada tahun 2019, Asano dilepas ke klub Serbia, Partizan. Tiga tahun berselang, Asano baru menemukan sentuhan terbaiknya pada tahun 2022. 

Ketika tampil di Piala Dunia Qatar bersama Timnas Jepang, kecepatan, skill olah bola dan gol Takuma Asano ke gawang Timnas Jerman telah menarik perhatian dunia. Bayangkan jika Arsenal mau sedikit bersabar lagi, mungkin Asano bisa lebih hebat dari sekarang.

Sumber: Planet Football, Football London, Mirror, 90min, Transfermarkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *