• March 2, 2024

Kembali Jor-joran, Skuad MU Emang Boleh Sesangar Ini?

Di tengah performa Manchester United yang menuju antiklimaks setelah menelan kekalahan di tiga pertandingan pramusim terakhir, istilah “tsunami trofi” menjadi bahan candaan dari fans-fans rival United beberapa hari belakangan.

Namun, melihat geliat transfer Manchester United musim panas ini, tampaknya mereka benar-benar ingin mewujudkan apa itu tsunami trofi. Manchester United tetap dianggap sebagai tim dengan tradisi juara yang sangat kuat. Daftar pesepakbola klub dari Manchester ini pun senantiasa diisi pemain-pemain kelas wahid. Dan berikut adalah prediksi ngerinya skuad Manchester United musim depan.

Formasi Ten Hag Musim Depan

Setelah melihat beberapa pertandingan Manchester United di tur pramusim kemarin, Erik Ten Hag tampaknya lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1 tapi itu bisa berubah jadi 4-3-3.

Karena masih pramusim, komposisi pemainnya masih sering berubah-ubah. Contohnya saja, pada saat melawan Real Madrid, Ten Hag menggunakan skema striker murni dengan Marcus Rashford di depan. Sedangkan saat melawan Borussia Dortmund, Ten Hag menaruh Jadon Sancho sebagai pemain yang berperan sebagai false nine.

Hal tersebut menandakan kalau Ten Hag juga masih meraba-raba sebaiknya menggunakan skema permainan apa musim depan. Tapi dengan kedatangan pemuda asal Denmark, Rasmus Hojlund, tampaknya kita sudah bisa menebak MU akan bermain seperti apa. 

Penjaga Gawang

Setelah kepergian David De Gea, posisi penjaga gawang MU musim depan akan berbeda. Cukup disayangkan penjaga gawang yang sudah belasan tahun membela Manchester United harus pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan kepada fans di Old Trafford.

Tapi tak apa. Pemain datang dan pergi. Fans Manchester United harus menerima kenyataan kalau musim depan posisi De Gea akan digantikan oleh penjaga gawang asal Kamerun, Andre Onana. Soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Onana tak kalah hebat dengan penjaga gawang penikmat musik metal itu.

Sudah bukan rahasia lagi, Onana lebih baik dari De Gea soal build up menggunakan kaki. Erik Ten Hag sendiri sudah mendambakan penjaga gawang model begitu sejak hari pertama menukangi United. Jadi tak heran dirinya selalu menambah porsi latihan De Gea dengan pola latihan menggunakan kaki.

Dengan adanya Onana, Ten Hag bisa memaksimalkan skema permainannya. Handal dalam mengolah si kulit bundar tak membuat lulusan La Masia itu lupa dengan kewajibannya. Onana juga bagus dalam reflek dan pembacaan permainan. Apalagi sebelumnya ia pernah bekerja sama dengan Ten Hag di Ajax. Onana jadi tambahan yang sempurna bagi Manchester United musim depan. 

Bek

Naik ke lini belakang, tak ada perubahan yang berarti. Erik Ten Hag dipastikan bakal mempercayakan dua bek tengah kepada Raphael Varane dan Lisandro Martinez yang musim lalu kesolidannya sudah teruji. Varane bakal berperan sebagai stopper dan Lisandro yang memainkan peran sebagai ball playing defender.

Di belakang dua nama itu, masih ada Harry Maguire dan Victor Lindelof. Khusus Lindelof, pemain asal Swedia itu telah menunjukan peningkatan yang cukup signifikan di tangan Ten Hag. Ketenangan dan daya juangnya membaik setelah sempat awur-awuran musim-musim sebelumnya. 

Tinggal si Maguire nih yang nggak sembuh-sembuh. Kita bisa lihat kan segimana marahnya Onana melihat Maguire yang salah mengambil keputusan ketika menghadapi high press dari pemain-pemain Borussia Dortmund?

Oleh karena itu, manajemen United mempertimbangkan untuk membawa pulang Jonny Evans yang kontraknya tak lagi diperpanjang oleh Leicester City. Ten Hag bahkan memberikan kontrak jangka pendek padanya agar bisa ikut di tur pramusim Manchester United. Menurutnya, pengalaman dan ketenangannya di lapangan akan sangat berguna untuk tim.

Untuk bek kiri, Luke Shaw sudah pasti akan jadi pilihan utama dicover oleh Malacia di pilihan kedua. Sementara posisi bek kanan Ten Hag masih labil. Musim lalu saja, Diogo Dalot dan Aaron Wan-Bissaka silih berganti mengisi posisi tersebut. Tapi karena Ten Hag Ball adalah soal menyerang, Dalot akan jadi pilihan yang ideal.

Gelandang

Sedangkan di sektor tengah, dengan adanya Mason Mount Manchester United memiliki banyak opsi. Jadi, perkiraan musim depan Ten Hag akan menambahkan Mount ke formasi utama dan membangun trio dengan Casemiro dan Bruno Fernandes. Soal peran, mereka bisa bergantian.

Ketiganya memiliki daya juang dan daya jelajah yang tinggi. Bruno dan Mount bisa bergantian memainkan peran menyerang dengan memanfaatkan kreativitas mereka untuk membongkar pertahanan lawan. Sementara itu Casemiro bisa difokuskan untuk transisi dan bagian sapu bersih alias bertahan.

Tapi tunggu dulu, apabila benar Manchester United bisa mendapatkan Sofyan Amrabat maka Ten hag bisa memainkan skema double pivot. Pemain asal Maroko ini memiliki perawakan yang tinggi dan kekar.Ia juga lugas dan tak segan untuk membuat tactical foul untuk menghentikan ritme permainan lawan. Dilansir Goal, Amrabat sendiri sudah mengatakan kalau dirinya tertarik untuk bergabung ke proyek Ten Hag musim depan.

Jika transfer ini terealisasi, Amrabat dan Casemiro bisa berduet di tengah dan Mason Mount akan bermain sedikit ke depan. Lantas, bagaimana dengan Bruno? Ia bisa bermain di gelandang kiri atau kanan. Di sisi lain, United juga masih memiliki Christian Eriksen dan Kobbie Mainoo yang kualitasnya tak bisa diremehkan.

Sayap Melimpah

Bergeser ke posisi sayap, United memiliki beberapa nama dengan kualitas cukup baik untuk mengisi posisi ini. Meski begitu, satu nama yang sudah pasti akan menempati sayap atau gelandang kiri adalah Bupati Manchester, Marcus Rashford. Permainannya terus membaik di tangan Ten Hag. 

Rashford bahkan jadi pemain pertama yang mampu mencatatkan 30 gol dalam satu musim setelah Robin Van Persie musim 2012/13. Nantinya, posisi tersebut akan dicover oleh sang wonderkid, Alejandro Garnacho.

Yang masih jadi pertanyaan adalah posisi sayap atau gelandang kanan. Posisi ini masih jadi bahan rebutan oleh Antony dan Jadon Sancho. Tapi apabila dilihat dari beberapa pertandingan pramusim kemarin, Erik Ten Hag lebih menggemari permainan Antony yang mengandalkan cut inside ketimbang Sancho. 

Itu dibuktikan dengan Sancho yang selalu dipasang sebagai false nine, bukan sayap. Meski skema false nine belum terbukti efektif dalam menciptakan peluang. Sancho tampaknya lebih nyaman memainkan peran tersebut karena ia terbiasa dengan gaya bermain passing pendek dan memanfaatkan kecepatan kakinya untuk menguasai bola.

Penyerang Tengah

Nah, soal penyerang tengah sudah pasti akan ditempati oleh Rasmus Hojlund. Buat apa beli mahal-mahal kalau tak dipakai? Rekan satu negara dari Eriksen ini dianggap memiliki potensi yang sama dengan penyerang Manchester City, Erling Haaland.

Keduanya memang memiliki beberapa kesamaan karakteristik. Dari segi postur tubuh, keduanya berbadan tinggi dan kekar, cocok untuk Liga Inggris yang mengedepankan duel fisik. Hojlund juga merupakan pemain yang memiliki kekuatan di kaki kirinya. Bahkan keduanya sama-sama berambut pirang. Bedanya, Hojlund lebih muda tiga tahun dari Haaland.

Nah, usianya yang masih muda justru bisa jadi bumerang bagi Manchester United. Di usianya yang masih 20 tahun, Hojlund dianggap tak akan mampu memikul beban mencetak gol sendirian. Oleh karena itu, ia akan bergantian dengan Rashford dalam mengisi pos penyerang. Dengan komposisi skuad seperti ini, tsunami trofi tampaknya bukan omong kosong belaka.

Sumber: ManUtd, The Analyst, Sky Sport, United in Focus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *