• February 23, 2024

Dari Kaki Kaca Hingga Pintu Keluar, Kisah Pelik Ousmane Dembele di Barcelona

Dari Rennes, Dortmund, akhirnya menuju Barcelona. Perjalanan Ousmane Dembele telah menjadi kisah yang menyedihkan untuk diceritakan. Dari situasi psikologis hingga timbul tenggelam performanya saat ini. Perjuangan dembele selama ini di Barca tak mudah. Ia telah bekerja semaksimal mungkin setelah kerap diolok-olok publik Camp Nou.

Ekspektasi Tinggi Pengganti Neymar

Tahun 2017 adalah tahun di mana bursa transfer digegerkan dengan kepergian Neymar ke PSG. Uang segepok dari sultan Qatar telah membawa Neymar ke Paris. Barca di bawah Presiden Bartomeu tentu senang bukan kepalang sambil kipas-kipas uang sebesar 222 juta euro dari PSG.

Dengan uang itu akhirnya Barca membeli Ousmane Dembele dari Dortmund dengan mahar tak sedikit yakni 105 juta euro. Dengan mahar segitu, tentu ekspektasi publik Camp Nou pada Dembele jadi tinggi dong. Ditambah usianya pun masih sangat muda, baru 20 tahun saat itu.

Harapannya sepadan lah dengan Neymar. Toh, di Dortmund penampilan Dembele juga terbukti mengesankan. Torehan 10 gol dan 22 assist selama semusim di Signal Iduna Park sudah jadi bukti.

Juggling Mengecewakan

Namun apa yang terjadi? Saat publik menanti perkenalannya yang megah, eh ternyata Dembele malah mengecewakan. Bukan soal performa, melainkan aksi jugling-nya di saat perkenalan di Camp Nou.

Masih ingat ketika pemuda cungkring itu melakukan aksi jugling yang tidak sempurna? Aksinya payah dan sangat memalukan. Bak seperti anak muda yang baru belajar sepakbola. Hal itu langsung menimbulkan perdebatan di kalangan fans yang punya ekspektasi tinggi terhadap Dembele.

Ibaratnya nih, kesan pertamanya saja sudah buruk. Itulah yang memunculkan keraguan publik terhadap Dembele. Dan benar saja, itu seperti pertanda bagi karir Dembele di Barcelona.

Ketemunya Valverde

Dembele memang datang tak sendirian. Coutinho juga di saat yang sama diboyong dari Liverpool. Pelatihnya pun baru. Barca tak lagi bersama Luis Enrique. Mereka menunjuk pelatih “penjaskes” Ernesto Valverde. Keadaan Barca yang sedang dalam masa transisi kepelatihan itu, disebut juga menjadi penghalang bagi Dembele untuk bersinar.

Di bawah Valverde, Dembele hanya dicoba beberapa kali di skema yang cenderung menggunakan 4-4-2. Kemampuan Dembele pun tak maksimal di winger kanan dengan skema itu. Berbeda seperti di Dortmund yang lebih memakai 4-3-3. Ia di awal musimnya, hanya dicoba 24 kali bermain. Itupun hanya 14 kali jadi starter, sisanya hanya menjadi pengganti.

Pasalnya bagaimana mau banyak bermain, wong ia malah banyak dibekap cedera selama musim pertamanya. Ya, Dembele mengalami cedera otot paha parah pada September 2017.

Cedera Dan Kaki Kaca

Sejak itu, riwayat cedera mulai menggerogoti karir Dembele. Ia harus bolak-balik ruang perawatan dengan berbagai jenis cedera yang dideritanya. Dari yang namanya cedera ruptur otot paha, hamstring, pergelangan kaki, peregangan otot, semuanya sudah pernah dialaminya. Durasi absennya pun bervariasi. Sampai-sampai istilah “si kaki kaca” maupun “pasien BPJS” pernah disematkan kepadanya.

Sebenarnya Dembele itu kategori pemain berbakat dengan skill dan kecepatannya. Akan tetapi, ia sangat rapuh dari segi fisik. Kerapuhannya itu disadari sendiri oleh Dembele. Ia mengungkapkan pada RMC Sport ketika dirinya selama lima musim menderita cedera kambuhan di Barca.

Menurut Dembele, ia telah menyia-nyiakan waktunya selama di Barca. Ia diberi arahan oleh beberapa pelatihnya seperti Valverde, Setien, maupun Koeman, bahwa selama dirinya tak bekerja keras untuk pulih, cedera kambuhan akan terus menghantuinya.

Sikap Indisipliner

Cedera kambuhan Dembele usut punya usut banyak dipengaruhi oleh sikapnya sendiri. Ya, tentu pangkal utamanya memang alasan medis. Akan tetapi, beberapa sikap indisipliner dan psikis dari pribadi Dembele, telah banyak mengganggunya dalam proses pemulihan.

Muncul sebuah laporan yang mengatakan jika Dembele kerap terlambat untuk melakoni sesi latihan dalam beberapa minggu. Bahkan pihak klub sempat dikabarkan kehilangan kabarnya selama berhari-hari.

Selain itu, ternyata Dembele memiliki rutinitas yang buruk dari caranya berbicara dan bergaul. Rutinitas buruk lainnya adalah ia sering bolos pelajaran bahasa Spanyol dan memiliki pola makan yang buruk. Dembele juga diketahui adalah pribadi yang acuh tak acuh dan terlihat individualis.

Dembele juga dilaporkan sering tidur larut malam karena bermain game sambil memakan makanan cepat saji di kamarnya. Dari beberapa fakta yang terungkap tadi, yang jelas Dembele pernah memiliki masalah serius yang sangat berpengaruh terhadap performanya di atas lapangan.

Sosok Yang Telah Mempengaruhi Kebangkitan Dembele

Sampai pada akhirnya, ia menemukan beberapa sosok yang berjasa dalam mempengaruhi kebangkitannya. Mereka adalah tiga staf Barca, istri, dan juga pelatih.

Tiga sosok staff Barca yang dimaksud adalah Salah Ghaidi seorang pelatih fisik, Jean Baptiste Duault seorang fisioterapis, dan Anthony Audebaud juru masak sekaligus ahli gizi.

Salah Ghaidi berjasa membantu Dembele untuk menjaga ketahanan fisiknya. Sedangkan Duault berjasa dalam mencegah cedera yang sama terulang lagi kepada Dembele. Lalu Audebaud berjasa untuk mengontrol apa saja yang akan dikonsumsi Dembele. Termasuk merancang formula diet, dan memastikan Dembele makan dengan Gizi dan porsi yang tepat.

Selain andil dari beberapa staff Barca tersebut, andil dari seorang istri juga berarti. Istri yang dinikahinya pada Desember 2021 lalu, telah membantu memotivasi Dembele dari segi psikis.

Hal itu nampak berpengaruh dengan kebugaran Dembele di sepanjang tahun 2022 lalu. Dembele diketahui menurut catatan Transfermarkt, terakhir cedera lagi adalah di awal tahun 2023. Itupun cepat sembuhnya. Selebihnya sejak menikah ia tak pernah lama mendekap cedera.

Tak ketinggalan juga pengaruh pelatih barunya Xavi. Xavi juga turut andil dalam mengontrol Dembele dengan baik. Dilansir dari Sport, bahasa tubuh Dembele ketika Xavi datang telah berubah. Ia lebih bekerja keras di sesi latihan dengan Xavi, ketimbang pelatih sebelumnya.

Digoda Pintu Keluar

Namun anehnya sejak cederanya mulai pulih, musim lalu dirinya malah kerap dikaitkan dengan pintu keluar. Di bursa transfer musim dingin Januari 2022 yang lalu contohnya. Dirinya dikaitkan dengan kepindahannya ke PSG. Bahkan katanya kesepakatan verbal telah terjadi.

Namun kenyataannya, Dembele tak jadi hengkang. Xavi dan Alemany alot mempertahankannya demi variasi serangan Barca lewat sayap tetap terjaga. Hasilnya lumayan, peran beberapa gol dan assist dari Dembele terbukti membawa Barca kembali meraih mahkota La Liga. Rotasinya dengan Raphinha di sisi kanan terlihat memudahkan Xavi meracik serangannya.

Namun kini di saat performa dirinya sudah mulai membaik, ia kembali dihadapkan pada pintu keluar. PSG kembali datang dengan tawaran membayar klausul 50 juta euro Dembele per 31 Juli 2023. Tapi apa daya, kini batas waktu Dembele bisa dibayar dengan harga 50 juta euro sudah lewat. Jadi, siapa yang mau membeli Dembele sekarang, harus merogoh kocek paling tidak 100 juta euro sesuai klausul barunya per 1 Agustus 2023.

Terlepas simpang siurnya nasib Dembele, yang pasti lika-likunya selama ini di Barca telah menjadi cerita unik tersendiri. Dari harga 100 juta, perkenalan yang memalukan, si kaki kaca, peserta BPJS, adalah beberapa kenangan yang akan selalu diingat fans Barca.

Sumber Referensi : theguardian, sporstbrief, sport.es, transfermarkt, eurosport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *