• March 2, 2024

Chelsea dan Manchester City Jadi Raja Penjualan Pemain di Liga Inggris?

Di musim transfer tak cuma pembelian pemain saja yang penting untuk disorot, namun penjualan pemain juga sama pentingnya. Di Liga Inggris ada beberapa klub yang jago kalau soal mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain.

Nah, kalau ditarik dalam satu dekade ke belakang, terhitung sejak musim 2013/14 hingga sekarang, tercatat ada dua klub dari tim Big Six Liga Inggris yang jadi raja soal penjualan pemain. Tak lupa juga, tercatat tim Big Six Liga Inggris yang tak pintar dalam menjual pemain. Mau tahu siapa saja klub itu? Mari simak ulasannya berikut ini.

Chelsea Jual Pemain Dalam Waktu Singkat

Yang perlu menjadi perhatian tentu Chelsea. Bagaimana mereka musim lalu menghabiskan lebih dari 600 juta pounds untuk beberapa pemain yang dibeli. Namun jangan salah, klub milik Boehly itu ternyata kini adalah rajanya buang pemain.

Bayangkan saja di bursa transfer musim panas ini The Blues bisa mendapatkan cuan dengan waktu kurang lebih 10 hari saja. Ya, Chelsea mampu mengumpulkan sejumlah uang sekitar 193 juta pounds. Belum lagi pemain lainnya yang masih mengantre untuk dilepas.

Demi menghindari pembekakan pengeluaran ataupun FFP, Boehly punya siasat yang manjur. Melihat Arab Saudi yang ingin meningkatkan kualitas liganya dengan merekrut pemain bintang Eropa, Boehly masuk dengan penawaran beberapa pemain gaeknya yang bergaji tinggi. Pasalnya, hanya Liga Arab yang mau membayar gaji tinggi para pemainnya itu.

Chelsea Nomor Satu Urusan Penjualan Pemain

Tak hanya fenomena musim ini saja The Blues punya uang banyak dari hasil penjualan pemain. Menurut The Athletic, mereka tercatat sebagai tim Liga Inggris yang paling banyak mengumpulkan uang dari penjualan pemain sejak satu dekade lalu.

Total sejak musim 2013/14 hingga sekarang, Chelsea mengumpulkan uang dari penjualan pemain sebesar 1,16 miliar pounds. Dalam empat dari tujuh musim terakhirnya, Chelsea mampu mengumpulkan lebih dari 100 juta pounds dari penjualan pemain. Rekor yang belum pernah dicapai klub lain seperti Liverpool, Spurs, MU, maupun Arsenal.

Sebagai contoh, di musim 2016/17 ketika The Blues menjual Diego Costa, Nemanja Matic, Nathan Ake, maupun Juan Cuadrado, dengan total nilai kurang lebih mencapai 160 juta pounds. Atau di musim 2019, ketika menjual Hazard ke Real Madrid dan David Luiz ke Arsenal dengan total nilai lebih dari 100 juta pounds.

Di musim 2021/22 Chelsea melakukan hal yang serupa. Ketika Tammy Abraham, Kurt Zouma, Fikayo Tomori, dan Marc Guehi dilego dan menghasilkan uang lebih dari 100 juta pounds.

Manchester City Nomor Dua

Yang bisa menyaingi Chelsea soal mengumpulkan pemasukan dari jual pemain adalah Manchester City. The Citizens sejak satu dekade lalu tercatat menduduki peringkat dua di bawah Chelsea soal pemasukan penjualan pemain. Total uangnya yang terkumpul adalah 568 juta pounds.

Hal itu terjadi sejak zaman pemain peninggalan Manuel Pellegrini seperti Javi Garcia, Alvaro Negredo, Stevan Jovetic, Kelechi Iheanacho, hingga Brahim Diaz.

Di era Pep Guardiola pun sama. Pemain yang dilego juga masih punya nilai yang cukup signifikan. Misal Danilo ke Juventus, Leroy Sane ke Munchen, maupun Ferran Torres ke Barca. Total 120 juta pounds didapat dari penjualan mereka.

Belum lagi di musim lalu, musim di mana mereka menjadi tim yang paling banyak terima uang dari penjualan pemain di Liga Inggris. Zinchenko, Gabriel Jesus, Raheem Sterling menjadi komoditi penjualan City. Total sekitar 140 juta pounds juga didapat The Citizens.

Cuan Banyak Dari Akademi

Belum lagi penjualan para pemain mudanya dari akademi. Nah, inilah yang selama ini menjadi salah satu cara bagi Manchester City maupun Chelsea dalam mengumpulkan pundi-pundi uang.

Di City misalnya, musim lalu mereka mencatatkan total pemasukan terbanyak dari penjualan pemain mudanya. Rombongan Galvin Bazunu, Romeo Lavia, Samuel Edozie, dan Juan Larios dibeli Southampton. Ada juga Arijanet muric, Ko Itakura, Pedro Porro, Egan Riley, maupun Darko Gyabi. Kalau ditotal, semuanya menyumbang pemasukan sekitar 60 juta pounds.

Kalau dari Chelsea, kita tahu Cobham sering menciptakan pemain muda Chelsea yang siap dijual dengan harga yang signifikan. Seperti misal yang baru terjadi, yakni penjualan Loftus Cheek dan Mason Mount.

Dulu juga pernah ada seperti Bertrand Traore, Ryan Bertrand, maupun Nathan Ake. Beberapa musim ke belakang juga mereka mendapatkan banyak uang dari pemain seperti Tammy Abraham, Fikayo Tomori, maupun Marc Guehi.

Manchester United Salah Satu yang Terendah

Hal itu tak dapat ditiru oleh Manchester United. Menurut The Athletic, MU termasuk tim Big Six kedua yang terendah mengumpulkan uang dari penjualan pemain. Artinya, tim ini sejak satu dekade lalu tak pandai menjual para pemainnya dengan nilai yang signifikan.

Sejak 2013/14, MU hanya meraup total pemasukan dari penjualan pemain hanya 365 juta pounds. Wajar saja, karena selama ini mereka susah jual pemain yang gajinya mahal. Mentok paling mereka melepas para pemainnya dengan cara gratisan karena habis kontrak. Sudah banyak contohnya. Alexis Sanchez, Jesse Lingard, Nemanja Matic, Juan Mata, Paul Pogba atau yang terbaru David De Gea.

Musim ini mereka kembali kesusahan membuang pemain yang gajinya mahal seperti Fred, Martial, Mctominay, Maguire, hingga Sancho. Lumayan sebenarnya jika mereka terjual, bisa tambah-tambah uang belanja MU yang terbatas.

Bayangkan, dalam tiga musim terakhir ini, MU ternyata hanya meraup uang 60 juta pounds saja dari penjualan pemain. Misal menjual Daniel James ke Leeds, Chris Smalling ke Roma, maupun James Garner ke Everton. Sedangkan dari segi penjualan pemain akademinya, MU kurang jago. Terbukti ketika mereka musim ini menjual Zidane Iqbal hanya 1 juta pounds saja ke Utrecht.

Arsenal Paling Rendah

Selain MU, ada lagi yang lebih rendah yakni Arsenal. Bahkan menurut The Athletic dari klub Big Six Liga Inggris, merekalah yang paling sedikit mengumpulkan uang dari penjualan pemain sejak satu dekade lalu. Mereka hanya mengumpulkan 304 juta pounds saja sejak 2013/14.

Apalagi The Gunners beberapa tahun terakhir ini memang identik dengan banyaknya pembelian pemain tapi tak diimbangi penjualan yang banyak pula. Sejak 2013 ketika bersama Wenger, mungkin penjualan besarnya yang melebihi harga 10 juta pounds hanya Vermaelen, Chamberlain, Coquelin, Walcott, maupun Giroud.

Di era pasca Wenger, mungkin hanya Iwobi, Emiliano Martinez, Guendouzi, Torreira, ataupun yang baru-baru ini terjadi Granit Xhaka. Nilainya pun tak sampai 100 juta pounds jika dijumlahkan. Selebihnya sama seperti MU yang susah menjual pemain dengan harga yang signifikan.

Fenomena penjualan pemain ini menandakan bahwa selama ini yang dipersepsikan publik tentang Chelsea dan Manchester City yang suka berlebihan kalau beli pemain, ternyata mereka mengimbanginya dengan pemasukan yang signifikan dari penjualan pemain. Beda halnya dengan MU dan Arsenal, yang hanya beli, beli, dan beli pemain terus.

Sumber Referensi : theathletic, squawka, football365, thesun, dailymail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *