• February 29, 2024

Bellingham Memukau di Pramusim! Tapi Apa Yang Bisa Diharapkan Dari Real Madrid Musim Ini?

Real Madrid telah merampungkan tur pra musim mereka di Amerika Serikat. Sayangnya mereka harus pulang dengan hasil kekalahan di pertandingan terakhir. Yaitu lawan Juventus dengan skor 3-1.

Total, ada 4 pertandingan yang sudah mereka jalani. Mereka memulai tur dengan kemenangan 3-2 lawan AC Milan. Kemudian melanjutkannya dengan penampilan memukau saat menang 2-0 lawan Manchester United. Tapi dua pertandingan selanjutnya Madrid akhiri dengan kekalahan. Pertama kalah 3-0 lawan Barcelona, kemudian 3-1 lawan Juventus.

Ini memang bukan pramusim yang sempurna bagi Madrid. Real Madrid juga sedang dalam masa keterpurukan. Setelah di musim kemarin gagal mendapatkan gelar La Liga dan tersingkir di Liga Champions. Madrid juga ditinggal punggawa senior mereka seperti Karim Benzema dan Marco Asensio.

Sekarang, pramusim Madrid sudah ditutup. Kini mereka tinggal menanti laga pembuka La Liga yang akan digelar tanggal 13 Agustus nanti. Lalu, catatan apa saja yang bisa diambil dari pramusim ini? Dan apa yang bisa diharapkan dari Real Madrid musim ini?

Potensi Formasi Baru

Pertama, mari kita bahas soal formasi Real Madrid. Carlo Ancelotti adalah pelatih yang lekat dengan formasi 4-3-3 di Bernabeu. Itu sudah ia gunakan dan selalu jadi andalannya selama jadi pelatih Madrid. Tapi hengkangnya Benzema membuat Ancelotti harus memutar otak.

Selama pramusim ini Ancelotti konsisten menggunakan formasi 4-4-2 berlian. Dengan satu gelandang bertahan, dua gelandang tengah, dan satu gelandang serang. Di depan mereka ada dua penyerang utama.

Aurélien Tchouameni diprediksi akan mengisi posisi gelandang paling belakang. Sementara duet Edouard Camavinga dan Toni Kroos akan bermain sebagai box to box di tengah. Kemudian tentu saja Jude Bellingham bermain sebagai nomor 10 di depan.

Posisi bek diprediksi tidak akan terlalu banyak berubah. Eder Militao dan Alaba masih jadi pilihan utama untuk bek tengah. Sedangkan bek senior Carvajal masih dipercaya jadi bek sayap kanan. Fran Garcia kemungkinan bakal jadi starter bek kiri.

Dan di lini serang, ini yang sedikit menantang untuk Ancelotti. Ia tidak punya penyerang nomor 9 natural. Di pramusim ini Ancelotti memakai duet Rodrygo dan Vinicius Jr sebagai penyerangnya. Terkadang juga Joselu dan Brahim Diaz hadir sebagai penggantinya.

Sistem Baru Yang Masih Banyak PR

Ini adalah sistem baru Ancelotti. Juga gaya yang berani untuk Real Madrid. Hasilnya memang tidak terlalu baik mengingat para pemain yang belum sepenuhnya beradaptasi. Buktinya Madrid kalah memalukan di dua laga terakhir pramusim mereka.

Masalah dari sistem baru Ancelotti ini berujung pada kesulitan dalam mencetak gol. Di pertandingan melawan Barcelona, Madrid melepaskan 29 tembakan dengan 5 tembakan tepat sasaran. Melawan Juventus, Madrid melepaskan 34 tembakan dengan 8 tepat sasaran. Artinya dalam dua pertandingan terakhir Madrid melepaskan 63 tembakan dan hanya 1 yang berbuah gol.

Kembali ke formasi 4-3-3 sepertinya bisa jadi solusi masalah ini. Tapi sekali lagi, tidak adanya penyerang tengah murni membuat Ancelotti kesulitan bermain dengan tiga penyerang. Dilansir dari tribuna, Ancelotti mengaku masih belum ingin mengganti formasi 4-4-2 nya. Ia mengatakan selama para pemain masih nyaman iaa tidak ingin menggantinya.

“Kami hanya akan mengubah formasi 4-4-2 jika para pemain tidak nyaman memainkannya. Tampaknya bagus bagi saya untuk tidak memiliki sistem tetap. Itu memungkinkan kami melakukan banyak variasi”

Bellingham Memukau Semua Orang

Musim panas ini Real Madrid membeli Bellingham seharga 103 juta euro dari Borussia Dortmund. Itu ditambah dengan kesepakatan add on yang mencapai 30%. Ini menjadikan Bellingham sebagai pembelian termahal dalam sejarah Real Madrid. Apakah Bellingham mencapai ekspektasi tersebut? Sejauh ini jawabannya “iya”.

Pemain berusia 20 tahun itu telah memberikan kesan yang luar biasa sejak pertandingan pertama di Amerika Serikat melawan AC Milan. Di pertandingan debutnya itu Bellingham terlihat sudah sangat nyaman bermain untuk Madrid.

Gol pertama Bellingham datang di laga kedua, yaitu lawan Manchester United. Bellingham mencetak gol pembuka di menit ke-6. Madrid pun bisa mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0. Penampilan Bellingham itu langsung membuat Ancelotti terkesan.

“Dia berbeda dengan gelandang lain yang kami miliki. Ia bisa bermain di kiri dan kanan tapi posisi terbaiknya adalah nomor 10” Ucap Ancelotti dilansir dari BBC.

Ancelotti memang penggemar Bellingham dari dulu. Faktanya, dilansir dari the athletic ia membangun formasi 4-4-2 berlian ini untuk Bellingham. Ancelotti membentuk sistem bermain yang berpusat pada gelandang Inggris tersebut.

4-4-2 dengan Bellingham sebagai jantung utama permainan masih akan Ancelotti pakai di laga pembuka La Liga. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan Ancelotti akan bermain aman. Artinya dia akan kembali memakai formasi 4-3-3.

Jika itu terjadi, Bellingham akan bermain di tengah dan sedikit lebih ke belakang. Meskipun begitu, melihat dari penampilannya di pramusim ini, itu tidak perlu dipikirkan. Bellingham akan tetap memainkan peran kunci di Real Madrid.

Arda Guler Malah Cedera Lutut

Penandatanganan Bellingham dari Dortmund adalah berita menghebohkan di musim panas ini. Tapi itu bukan satu-satunya berita heboh. Transfer Arda Guler dari Fenerbahce juga buat bursa transfer tambah ramai. Pemain berusia 18 tahun itu digadang-gadang sebagai the next Lionel Messi. Atau Messi dari Turki.

Tak aya banyak orang yang menantikan aksi gelandang itu di pramusim ini. Tapi harapan para fans itu harus pupus. Arda Guler malah terkena cedera lutut di awal kampanye pra musim.

Guler bahkan tidak mengikuti sesi latihan sejak hari ketiga Madrid di Amerika Serikat. Sebelumnya Madrid berusaha menutupi keadaan Guler. Awalnya mereka mengatakan kalau itu hanya masalah kebugaran. Tapi kemudian terungkap kalau Guler sebenarnya mengalami cedera lutut.

masih diragukan juga apakah Guler akan tampil di pertandingan pembuka La Liga nanti. Ancelotti sendiri masih ragu. Ia hanya bisa berharap Guler tidak terlalu lama menepi.

“Kami sedang mempelajari cederanya. Untuk mengetahui apakah ia perlu melakukan operasi atau tidak. Mungkin ia akan libur selama sebulan”

Vinicius Siap Jadi Pusat Perhatian

Real Madrid musim ini sudah cukup tersiksa dengan perginya Karim Benzema. Nomor punggung 9 masih kosong. Banyak orang menganggap untuk mengantisipasi kedatangan Kylian Mbappe. Tapi kabar Mbappe masih kalng kabut tak jelas.

Sampai sekarang, hanya ada satu pemain yang bisa menandingi popularitas Benzema di Madrid. Ia adalah Vinicius Junior. Pemain Brasil itu telah mengambil peran sebagai penyerang utama Real Madrid. Meskipun, itu sebenarnya sudah samar-samar ia pegang sejak musim kemarin.

Musim lalu Vini terlibat di 44 gol Real Madrid dengan mencetak 23 gol dan 21 assist. Sedangkan Benzema memang mencetak 31 gol. Tapi ia menyumbang 7 assist membuatnya hanya berpartisipasi di 38 gol Madrid.

Dengan hengkangnya Benzema, fokus utama akan dipegang oleh Vini. Ia bakal jadi pencetak gol utama di Madrid. Belum lagi musim ini ia memakai nomor punggung 7. Pergantian nomor ini adalah permintaan pribadi dari Vini. Permintaan itu dengan senang hati dikabulkan oleh Perez. Sebab sekarang Vini bakal jadi pemain flagship Madrid.

Bagi Vini akan ada banyak hal yang berubah. Dengan tak adanya Benzema, ini juga berarti Vini akan jadi penendang penalti untuk Madrid. Di kamp latihan Madrid di California kemarin, Vini juga terlihat berlatih tendangan penalti dan finishing.

Ini untuk mendukung peran Vini yang akan bermain semakin ke tengah lapangan musim ini. Ancelotti mengaku puas dengan berkata: “Dia terus berkembang dan memainkan posisinya dengan sangat baik”. Meskipun Benzema sudah pergi dan Mbappe masih belum pasti, Madrid masih akan punya bintang di lini serang. Ia adalah Vini.

Sumber referensi: RC, RC2, 90min, Athletic, Athletic 2, Tribuna, One

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *