• March 2, 2024

Begini Jika Pemain Eropa yang Datang ke Arab Saudi Musim Ini Jadi Satu Tim

Seperti hewan yang bermigrasi, para bintang Eropa berbondong-bondong pindah ke Arab Saudi. Kebijakan transfer seperti ini bukan suatu hal yang baru, karena fenomena ini pernah terjadi saat China mendatangkan pemain-pemain bintang macam Oscar dan Carlos Tevez.

Banyak yang mengira para pemain Eropa datang ke Saudi karena uang. Tapi para pemain mengabaikan prasangka tersebut. Bahkan makin hari, makin banyak saja pemain yang pindah ke Arab. Dan berikut adalah Starting XI terbaik dari transfer Arab Saudi tahun 2023.

GK: Edouard Mendy

Dari penjaga gawang, Edouard Mendy jadi nama yang paling tepat untuk mengisinya. Selain karena Mendy adalah penjaga gawang yang memiliki value lebih tinggi daripada kiper-kiper tim Arab Saudi yang lain, hingga ditulisnya narasi ini penjaga gawang yang memutuskan untuk bergabung ke klub Arab Saudi baru dia seorang. 

Pemain berkebangsaan Senegal itu bergabung dengan Al-Ahli dari Chelsea dengan kesepakatan senilai 12 juta euro atau Rp200 miliar. Meski performanya mulai menurun di akhir musim kemarin, Mendy masih dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di eranya. Pengalaman dan kemampuannya masih sangat layak untuk Liga Arab Saudi.

CB: Kalidou Koulibaly

Untuk formasi tiga bek, salah satunya akan diisi oleh Kalidou Koulibaly. Meski dianggap pembelian gagal di Chelsea, kita tak boleh mengesampingkan performanya bersama Timnas Senegal dan Napoli beberapa tahun lalu. Dalam kondisi terbaik, Koulibaly bisa jadi mimpi buruk bagi penyerang lawan.

Didatangkan Al-Hilal dengan mahar 15 juta euro atau Rp251 miliar, Koulibaly akan menjadi pemimpin di lini belakang. Pemain Senegal ini juga dirasa jadi pilihan paling tepat untuk berdiri di depan Edouard Mendy karena keduanya pernah bekerjasama saat masih di Chelsea. 

CB: Jason Denayer

Untuk mendampingi Koulibaly ada Jason Denayer. Mantan pemain Manchester City dan Olympique Lyon ini tidak langsung didatangkan dari klub Eropa. Musim sebelumnya ia sempat bermain di Liga Uni Emirates Arab bersama Shabab Al-Ahli. Meski begitu, ia tetap berstatus pemain bintang berkat pengalamannya di sepakbola Eropa.

Musim 2023/24, Denayer akan membela Al-Fateh. Klub ini tidak termasuk dalam sirkelnya Al-Ahli dan Al-Hilal jadi wajar apabila kalian jarang mendengar namanya. Di usianya yang masih 28 tahun, Denayer punya perawakan tinggi dan kekar. Bayangkan, apabila diduetkan dengan Koulibaly mungkin ini akan jadi pertahanan terkuat di Asia.

CB: Alex Telles

Untuk melengkapi trio lini bertahan, Alex Telles bisa jadi opsi. Selain karena dominan menggunakan kaki kiri, Telles memiliki naluri menyerang yang sangat baik. Pemain asal Brazil itu juga memiliki distribusi bola di atas rata-rata pemain bertahan pada umumnya.

Didatangkan Al-Nassr langsung dari Manchester United, Telles masih memiliki kualitas yang sangat cukup untuk Liga Arab Saudi. Meski statusnya di Manchester bak pemain yang terbuang, Telles memiliki passion dalam bermain bola. Jadi Al-Nassr beruntung mendapatkan pemain yang rela bekerja keras demi tim.

DM: N’Golo Kante

Untuk lini tengah akan menggunakan dua gelandang bertahan. Tahun 2023, ada banyak pemain tengah yang bergabung klub Arab Saudi. Tapi dari berbagai nama, yang paling layak untuk mengisi pos ini adalah N’golo Kante. Didatangkan oleh Al-Ittihad, pemain yang murah senyum ini akan menjadi mesin pengejar bola. 

Ditebus dengan mahar 15 juta euro (Rp250 miliar) dari Chelsea, Kante sebetulnya masih layak bermain di Eropa. Tapi keputusan sudah diambil. Pemain berkepala plontos ini memutuskan untuk pamit dari sepakbola Eropa. Jika Kante terus diberi sehat dan dijauhkan dari cedera, maka Al-Ittihad bisa mendapat banyak manfaat darinya.

DM: Fabinho

Fabinho bakal jadi duet maut Kante di lini tengah. Gelandang asal Brazil itu ditebus Al-Ittihad dari Liverpool dengan bandrol 42 juta euro atau setara dengan Rp700 miliar. Pemain yang satu ini juga layak masuk ke dalam skuad terbaik Liga Arab Saudi musim depan.

Transfernya ke Al-Ittihad jadi salah satu yang mengejutkan. Karena dirinya merupakan bagian penting dari skuad Jurgen Klopp musim lalu. Meski begitu, Fabinho tetap bersikukuh untuk bermain di Arab Saudi. Ia jadi salah satu bukti kalau Arab Saudi bukan hanya jadi liga pensiunan karena dia masih berusia 29 tahun.

CM: Sergej Milinkovic-Savic

Untuk melengkapi trio lini tengah, Sergej Milinkovic-Savic jadi pilihan yang tepat. Meski sempat dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa, Sergej memutuskan untuk hijrah ke Al-Hilal musim depan. Pengalaman dan kemampuannya dalam mengatur serangan akan jadi atribut yang sempurna apabila disandingkan dengan duo Kante dan Fabinho.

Mantan pemain Lazio ini cukup fleksibel. Ia bisa jadi seorang playmaker atau box-to-box. Ia juga bisa sesekali muncul di kotak penalti untuk memberikan opsi umpan bagi rekan-rekannya di lini depan. Sergej merupakan gelandang yang komplit. Tak heran banyak klub yang menginginkannya.

RMF: Riyad Mahrez

Di sektor kanan mantan pemain Manchester City, Riyad Mahrez bisa jadi pilihan terbaik. Transfernya ke Al-Ahli jadi salah satu dari sekian yang mengejutkan jagad sepakbola dunia. Padahal, pemain asal Aljazair ini baru saja memenangkan treble bersama Manchester City. Ia meninggalkan peluang untuk meraih lebih banyak trofi demi uang Arab Saudi.

Di usianya yang sudah 32 tahun, kemampuan Mahrez dalam menggocek bola masih sangat baik. Musim lalu ia masih menjadi andalan di skuad utama Pep Guardiola. Sebagai pemain sayap, Mahrez memiliki visi bermain yang cukup baik. Ia bukan hanya pemain sayap yang bisanya cuma cut inside lalu shooting. Ia juga kerap menciptakan peluang melalui umpan-umpan akuratnya.

LMF: Sadio Mane

Sementara itu, di bagian sayap kiri tentu saja akan diisi oleh Sadio Mane yang baru saja merampungkan kepindahannya ke Al-Nassr. Meski tidak sedang dalam performa terbaiknya, Mane masih tetap jadi pemain sayap kiri yang memiliki value paling tinggi ketimbang pemain-pemain lain di Liga Arab Saudi.

Beberapa bulan terakhir, Mane sering diganggu cedera dan masalah tekanan media di Bayern Munchen. Dengan menepi dari hingar bingar sepakbola Eropa, ia diharapkan bisa menemukan kembali sentuhan terbaiknya bersama Al-Nassr. Terlebih ia bermain dengan salah satu pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo.

FW: Karim Benzema

Sedangkan untuk mengisi posisi striker ada Karim Benzema. Pemilik satu gelar Ballon d’Or ini sebetulnya masih tampil apik bersama Real Madrid. Namun, ia cukup berani dengan mengambil keputusan pindah ke Al-Ittihad. Menurutnya, tak ada yang lebih bahagia bisa hidup di lingkungan yang kental akan budaya Islam.

Dalam beberapa pertandingan awal bersama Al-Ittihad, Benzema tampil sangat baik. Dari empat pertandingan di ajang Arab Champions Cup, Benzy sudah mencatatkan tiga gol dan satu assist. Di usianya yang sudah menginjak 35 tahun, ketajaman Wak Haji tampaknya belum juga tumpul.

FW: Roberto Firmino

Sebagai duet Wak Haji di lini depan, Roberto Firmino jadi pilihan yang paling ideal. Berbekal kemampuannya membagi bola, Firmino bisa jadi partner yang baik bagi Benzema. Selama karirnya di Liverpool, Firmino dikenal sebagai striker yang baik hati. Ia rela tak mencetak gol demi menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Bahkan, ia kadang hanya jadi pancingan saja agar Mo Salah bisa mendapat ruang yang lebih di kotak penalti lawan. Skema yang sama juga akan berguna apabila ia bermain dengan Benzema. Firmino akan jadi pelayan yang sempurna bagi Wak Haji. Jika mereka benar bersatu, mungkin klub sekelas Real Madrid bisa dikalahkan dengan mudah.

Sumber: 90min, Transfermarkt, Football Faithfull

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *