• February 23, 2024

Bagaimana Basque Menghasilkan Pelatih Hebat?

Tak hanya Italia dan Jerman yang bisa menelurkan pelatih top dunia. Spanyol juga tak kalah jago. Tak seperti di Jerman dengan sekolah pelatih Hennes Weisweiler Academy, maupun Italia dengan Coverciano, di Spanyol tak ada sekolah khusus pelatih, melainkan natural berasal dari bakat alami para pesepakbola mereka. Yang lebih menarik lagi, banyak pelatih top dunia dari Spanyol itu justru lahir dari sebuah daerah bernama Basque.

Provinsi Gipuzkoa

Basque adalah sebuah etnis di Spanyol yang berada di daerah timur laut Spanyol. Kalau diidentifikasikan dengan dunia sepakbola, Basque ini identik dengan klub Liga Spanyol seperti Athletic Bilbao, Real Sociedad, Deportivo Alavés, maupun SD Eibar. Namun sebenarnya ada lebih dari 30-an klub sepakbola yang beridentitas etnis Basque, baik amatir maupun semi profesional.

Di sana ada sebuah provinsi yang menjadi bagian dari Basque Country yakni provinsi Gipuzkoa. Provinsi kecil dengan populasi hanya 725.000 jiwa. Bahkan saking kecilnya, Gipuzkoa jadi salah satu provinsi terkecil di Spanyol. Ibu kota provinsi ini adalah San Sebastian.

Nah menariknya, dari provinsi kecil itulah lahir pelatih-pelatih top di era sekarang seperti Andoni Iraola, Unai Emery, Julen Lopetegui, Mikel Arteta, Imanol Alguacil, Xabi Alonso, dan lain sebagainya.

Sepakbola Sejak Kecil

Mikel Etxarri, kepala pelatih di federasi sepak bola regional Gipuzkoa mengenal mereka semua dengan baik. Pria berusia 78 tahun itu mengatakan kepada The Athletic bahwa olahraga selalu menjadi kunci kehidupan di provinsi seluas sekitar 2.000 kilometer persegi tersebut.

Menurut Etxarri, sepak bola di provinsi kecil ini sudah menjadi candu sejak usia belia. Sepak bola telah mengajarkan anak-anak di provinsi Gipuzkoa ini bagaimana pentingnya berpikir untuk mencapai tujuan hidup. Selain itu sepak bola juga telah menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka sejak dini.

Di daerah ini, kebanyakan pemuda usia belasan tahun sudah senang bekerja. Karena usaha, kerja keras, dan menjalani hidup adalah hal yang umum di daerah Gipuzkoa.

Antiguoko

Di daerah Gipuzkoa, ada salah satu klub amatir bernama Antiguoko. Antiguoko ini hanyalah klub sepakbola yang menjalankan timnya hingga level U18 saja. Meski hanya berstatus klub amatir, rekam jejak mereka dalam pengembangan pemain patut diperhitungkan.

Antiguoko memiliki reputasi untuk menyaingi klub-klub besar di kawasan tersebut seperti Real Sociedad maupun Athletic Bilbao dalam mengembangkan pemain muda. Diceritakan The Athletic, pelatih Arsenal Mikel Arteta di jeda internasional Maret 2023 lalu pernah bernostalgia mengunjungi klub lamanya tersebut. Bagaimanapun Arteta menghabiskan awal kariernya bersama Antiguoko dari usia 9 hingga 15 tahun.

Klub ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan bakat pemain muda. Saat ini Antiguoko memiliki lebih dari produk 250 pemain yang bermain di divisi tiga Spanyol hingga La Liga. Sebut saja Martin Zubimendi dan Igor Zubeldia yang bermain untuk Real Sociedad.

Teman Arteta sejak kecil, Xabi Alonso juga mantan didikan Antiguoko. Satu lagi didikan Antiguoko adalah Andoni Iraola, pelatih Bournemouth sekarang. Iraola bahkan dalam kapasitasnya sebagai pelatih, ia sempat bekerja untuk tim U-18 Antiguoko. Menurut Iraola, secara klub, Antiguoko memang hanyalah klub kecil. Tapi kalau di sektor akademi, mereka adalah klub besar.

Pelatih Real Sociedad sekarang, Imanol Alguacil meski tak bergabung dengan Antiguoko, namun ia juga salah satu bagian dari cetakan filosofi Basque. Begitu pula Unai Emery, rekan Alguacil selama bermain di Real Sociedad.

Filosofi Basque

Imanol Alguacil yang berasal dari daerah Orio sempat menekankan bahwa satu-satunya formula untuk mengembangkan karier profesionalnya sejak dini adalah konsekuensi dari kerja keras. Ya, kata kunci kerja keras itulah yang menjadi budaya mendarah daging di Basque.

Tuntutan, disiplin, dan kerja keras adalah beberapa hal yang diberikan kepada anak-anak sejak usia dini untuk dapat berkembang. Kultur sepakbola di Basque identik dengan intensifnya sesi latihan, bagaimana cara teamwork bekerja maupun bagaimana cara pemain tersebut mendedikasikan diri kepada klub.

Dilansir dari Sky Sports, menurut Roberto Montiel yang juga mantan pelatih Arteta dan sekarang wakil presiden Antiguoko, filosofi sepakbola Basque pada umumnya adalah jika keluar mereka tidak akan bermain dengan cara yang sama. Mereka tidak memiliki pemikiran yang sama untuk berperang. Gaya Basque adalah gaya sepak bola yang jauh lebih dinamis.

Menurut Montiel, jika tim dari Gipuzkoa bermain melawan tim besar macam Barca maupun Real Madrid, oke mereka mungkin kalah secara skor. Tapi dalam hal duel, agresivitas, pressing, maupun perebutan bola, mereka akan selalu berusaha untuk unggul. Hal tersebut mengalir dalam darah Basque. Karena sejak kecil yang diajarkan adalah mengetahui cara untuk bersaing, bukan untuk menang dan kalah.

Pelatih Sukses

Maka tak jarang kita menemukan sosok pelatih dari Basque yang selalu menanamkan filosofi ala Basque tersebut. Seperti halnya pelatih kelahiran Hondarribia, Unai Emery. Ia berani mencoba ketatnya Liga Inggris ketika memegang Arsenal hingga kini memegang klub seperti Aston Villa. Kini Aston Villa dibawanya lebih baik. Bahkan klub seperti City dan Arsenal pun sempat ia tumbangkan.

Lalu, Andoni Iraola, pelatih kelahiran Usurbil yang sukses bersama Rayo Vallecano di La Liga musim lalu yang kemudian mencoba persaingan yang lebih ketat di Liga Inggris bersama klub medioker Bournemouth. Hasilnya lumayan, ia masih bertahan walau kerap keteteran di musim debutnya. Tapi kemenangan besar 3-0 melawan MU di Old Trafford membuktikan pria asal Basque tersebut mampu bersaing dengan cara Basque yang diyakininya.

Ada juga Mikel Arteta yang kerap bersabar diterpa ujian kala menangani Arsenal. Namun nyatanya perlahan The Gunners terus ia bawa lebih baik. Meraih beberapa gelar, sempat menjadi pesaing ketat City menjadi juara Liga Inggris, jadi bukti nilai kerja keras khas Basque yang ia pertahankan.

Ada juga Imanol Alguacil yang mengejutkan bersama Real Sociedad. Membawa La Real kembali ke Liga Champions setelah satu dekade. Ditambah lolos mengejutkan ke babak 16 besar Liga Champions, adalah satu prestasi tersendiri dari pria Basque berusia 52 tahun tersebut.

Tak ketinggalan bestie Arteta, Xabi alonso. Sebagai pelatih, Alonso musim ini membawa Bayer Leverkusen tampil atraktif dan mampu bersaing dengan raksasa Bayern Munchen. Ya, nilai persaingan ala Basque dalam diri Xabi Alonso tak pernah pudar. Bahkan berkat kerja kerasnya, Leverkusen belum terkalahkan dan masih berada di puncak klasemen Bundesliga hingga spieltag ke-14.

Well, sebenarnya masih ada banyak lagi pelatih kenamaan yang sukses berasal dari Basque. Seperti halnya Jose Luis Mendilibar pelatih kelahiran Zaldibar yang sukses persembahkan trofi Europa League bagi Sevilla. Ada juga Javier Arrasate, pelatih kelahiran Berriatua yang sempat membawa Osasuna mencapai Final Copa Del Rey musim lalu.

Ada juga Julen Lopetegui, pelatih kelahiran Asteasu yang pernah jadi pelatih Sevilla, Real Madrid, Timnas Spanyol, maupun Wolves. Lalu yang tak banyak orang tahu adalah Didier Deschamps. Pelatih Timnas Prancis ini ternyata punya darah Basque dari tanah kelahirannya. Deschamp lahir di Bayonne, daerah di Prancis yang masih termasuk dalam wilayah Basque Country.

Sumber Referensi : theathletic, skysports, independent, getfootballnewsspain, europeangoldenboy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *