• March 2, 2024

Apakah Berlebihan Menyebut Chelsea Terancam Terdegradasi?

Musim 2022/23 menjadi musim yang kurang bersahabat bagi Chelsea. Kekalahan demi kekalahan terus mereka alami. Sampai-sampai fans pun sudah kadung murka dan muak melihat penampilan tim kesayangannya itu.

Belum lama ini, fans Chelsea mengolok-olok para pemain dan sang pelatih interim Frank Lampard setelah kalah melawan Brentford di depan publiknya sendiri. Sampai-sampai, kini banyak yang menyebut bahwa bahaya degradasi cepat atau lambat akan mengintai The Blues. Namun apakah hal itu tampak berlebihan? Karena sisa laga Liga Inggris saja masih menyisakan enam laga kedepan.

Sejarah Kelam 1987/88

Tak dipungkiri dengan performa jebloknya Chelsea musim ini banyak media mulai menyoroti Chelsea yang diambang degradasi. Namun apa jadinya kalau klub sekaliber dan sebesar Chelsea dengan sumber uang melimpah dari pemilik, harus terdegradasi musim ini. Mau ditaruh dimana muka Todd Boehly?

Pasalnya, kalau dilihat sejarah kelam itu sepertinya sudah lama dilupakan oleh publik Stamford Bridge. The Blues terakhir terdegradasi sudah sejak tiga dekade lalu, tepatnya pada musim 1987/88. Namun sejak era Liga Premier dimulai 1992, Chelsea tercatat sebagai salah satu jajaran tim elit.

Apalagi ketika taipan asal Rusia Roman Abramovich datang pada era 2000an awal. Gelar dan trofi pun mengucur deras ke lemari The Blues. Namun kini segalanya menjadi berubah ketika era “The Roman Empire” disudahi. Chelsea seperti kebingungan dan kehilangan arah dengan pemilik baru mereka.

Terlempar Dari 10 Besar Dan Potensi Bermain Di Eropa Kecil

Hasilnya kita lihat, dari 32 laga yang dijalani The Blues di Liga Inggris musim ini, mereka hanya mengumpulkan 39 poin yang terdiri dari 10 kali menang, 9 kali imbang dan 13 kali kalah.

Dari catatan gol yang ada, Chelsea termasuk yang paling buruk diantara tim 10 besar lainnya, yakni 30 gol dan 35 kali kebobolan. Bahkan lebih parahnya lagi, mereka hanya menciptakan 3 gol saja dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, dan kebobolan sebanyak 13 kali.

Dengan hasil ini, sementara Chelsea masih terlempar dari posisi 10 besar Liga Inggris. Sebuah hal yang tak bisa ditolerir jika masih saja terjadi hingga akhir musim. Pasalnya, terakhir kali The Blues finish kurang meyakinkan adalah di posisi 10. Itu pun terjadi di zaman ketika Jose Mourinho dipecat dan di gantikan Guus Hiddink pada musim 2015/16.

Sungguh ironi memang, ketika mantan juara Liga Champions dua musim lalu itu jadi bernasib seperti sekarang ini. Dengan kondisi yang tak karuan, jangankan berpikir masuk Liga Champions lagi, potensi untuk masuk kompetisi eropa lainnya pun terbilang susah.

Karena disisi lain, masih ada tim-tim seperti Liverpool yang mulai kembali menemukan konsistensinya. Ada juga tim-tim medioker yang mengejutkan musim ini seperti Aston Villa, Brighton, Brentford maupun Fulham.

Jarak Dengan Zona Degradasi

Malah lebih parahnya lagi, dengan kondisi delapan laga tak pernah menang di semua kompetisi, membuat hantu degradasi mulai dikait-kaitkan dengan kubu The Blues. Memang seberapa besar sih jaraknya dengan jurang degradasi?

Dengan kekalahan mereka melawan Brentford di Stamford Bridge, mereka kini hanya terpaut sepuluh poin dengan Leicester City, tim yang berada di batas jalur bahaya degradasi yakni posisi 18 klasemen. Namun yang perlu diingat, Chelsea masih menyimpan satu laga simpanan lho.

Artinya kesempatan untuk menghindar dari ancaman zona degradasi itu masih terbuka lebar. Namun dengan catatan, Frank Lampard harus segera memperbaiki performa anak asuhnya.

Tak usah muluk-muluk, dalam kondisi yang serba terpuruk seperti ini, memperoleh satu poin atau terhindar dari kekalahan saja sudah cukup bagi mereka untuk menstabilkan mental para pemain yang sudah kadung hancur.

Lampard Berpengalaman Terhindar Dari Degradasi

Frank Lampard bagaimanapun harus segera mengevaluasi segala hal yang telah dilakukannya sejak datang kembali ke Stamford Bridge. Asal tahu saja, Chelsea sejak ditanganinya belum satupun meraih kemenangan. Dari lima laga yang dijalani bersamanya, Chelsea hanya mampu mencetak satu gol saja.

Beberapa racikan komposisi permainan sudah dilakukan, baik dengan empat bek maupun tiga bek. Namun hasilnya tak kunjung positif. Jikalau tak kunjung menemukan formula yang tepat dengan segera, bisa jadi Lampard akan mengulang kejadian musim lalu bersama Everton.

Everton dibawa Lampard terjerumus diambang zona degradasi hingga pekan-pekan terakhir. Namun yang sebenarnya patut disyukuri bagi fans Chelsea dari Lampard adalah, pengalamannya yang berhasil menyelamatkan Everton dari degradasi musim lalu. Ketika itu The Toffees lolos secara dramatis dari lubang jarum degradasi setelah comeback atas Crystal Palace.

Hitung-Hitungan Jadwal Sisa Chelsea

Pertanyaanya, apakah Lampard akan membawa Chelsea yang bergelimang pemain mahal itu sama seperti Everton musim lalu? Tentu hal itu tak banyak diharapkan publik Stamford Bridge.

Jika melihat potensi The Blues untuk bertahan di sepuluh besar Liga Inggris musim ini, bisa dilihat dari sisa laga yang akan mereka hadapi. Antara optimis dan pesimis beda tipis.

Segi optimisnya, mereka masih berpotensi meraup poin penuh ketika jumpa Bournemouth dan Nottingham Forest. Dua laga sisa yang menjadi harga mati bagi Lampard dan Chelsea untuk meraih poin penuh.

Selain tentu juga pertaruhan Lampard di pekan terakhir melawan Newcastle di Stamford Bridge. Laga yang seharusnya diselesaikan dengan hasil positif sebagai kado Lampard kepada para fans sebelum berpisah.

Sementara itu dari segi pesimisnya, dalam waktu dekat mereka akan menghadapi Arsenal yang masih butuh poin mengamankan puncak klasemen. Begitupun dua kali tandang melawan duo Manchester dalam rentan waktu satu minggu.

Kondisi Manchester City yang masih bertarung merebut tahta puncak klasemen, serta MU yang masih bertarung memperebutkan zona Liga Champions, menjadikan dua laga tersebut menjadi sulit bagi The Blues meraih tiga poin.

Fakta Poin 39

Dengan peluang hitung-hitungan tadi, Chelsea sebenarnya masih jauh dari kata degradasi jika dikalkulasikan. Dari poin 39 yang sementara dimiliki, serta ditambah dengan beberapa kemenangan dan hasil seri saja, mereka masih aman kok.

Faktanya, kalau dilihat dari tim-tim yang terdegradasi dari musim ke musim, adalah tim yang poin nya dibawah 39 poin. Artinya pencapaian Chelsea kali ini di 39 poin adalah batas aman mereka terhindar dari degradasi.

Secara data, di musim lalu misalnya, yang terdegradasi adalah Burnley dengan 35 poin, Watford 23 poin, dan Norwich 22 poin. Pada musim 2020/21, Burnley aman dari degradasi di posisi 17 dengan 39 poin.

Aston Villa saja bahkan pada musim 2019/20 masih bisa aman di posisi 17, meski hanya meraih 35 poin. Raihan 39 poin pada musim 2018/19 juga membuat Southampton bisa berada di posisi 16 dan terhindar dari degradasi.

Dengan berbagai fakta tersebut, tak lantas membuat Chelsea bersantai ria. Mereka tetap harus berbenah. Akan menjadi cerita yang lucu kalau tim berwarna biru ini terdegradasi.

Sumber Referensi : talksport, goal, foxsports, planetsport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *