• March 2, 2024

9 Debut Paling Memalukan Para Pesepakbola

First Impression adalah hal yang sangat penting. Tidak terkecuali para pemain bola profesional. Menunjukkan performa yang baik di pertandingan debut jadi hal wajib. Tapi itu tidak selalu terjadi.

Contohnya pada 9 pemain yang melakukan debut memalukan ini. Beberapa dari mereka malah sampai dijual atau pensiun setelah debut memalukan tersebut. Berikut ini 9 debut paling memalukan para pesepak bola.

Ali Dia – Southampton

Ali Dia membuat dongeng di dunia sepak bola di tahun 1996. Saat itu Graeme Souness, pelatih Southampton dihubungi oleh seorang agen pemain. Ia berkata kalau ada pemain yang sedang menganggur dan ingin bergabung dengan Southampton. Tapi ia bukan sembarang pemain. Sang agen mengaku kalau pemain ini adalah sepupu dari legenda AC Milan, George Weah. Pemain itu adalah Ali Dia.

Tanpa pikir panjang, Souness pun mengontraknya. Tapi yang tidak Souness ketahui, Ali Dia bukanlah sepupu George Weah. Dan yang lebih parahnya, Dia bukanlah seorang pesepakbola profesional. Ia hanyalah mahasiswa yang main di klub tarkam.

Semua semakin jelas saat Souness menurunkannya di pertandingan Premier League lawan Leeds. Dia yang tak punya pengalaman profesional, tampil sangat ampas. Ia pun ditarik keluar setelah hanya bermain 21 menit. Itu jadi pertandingan satu-satunya Dia di Premier League. Southampton melepasnya sebulan kemudian.

Ali Dia pun jadi legenda sampai sekarang. Ia jadi sosok ikonik seorang remaja yang berhasil menipu klub Premier League. Kabarnya tak terdengar lagi setelah debut konyolnya itu.

Marcos Antonio – FC Nuremberg

Berbeda dengan Ali Dia, Marcos Antonio adalah pemain betulan yang direkrut FC Nuremberg di tahun 2012. Tapi ia tampil sangat buruk di pertandingan debut Bundesliganya sampai-sampai harus diganti setelah hanya bermain 16 menit.

Ia dipasang sebagai bek tengah starter saat Nuremberg menjamu Stuttgart di pekan ke-6 Bundesliga. Baru 30 detik laga berjalan, Antonio sudah melakukan kesalahan yang berbuah gol Stuttgart. Dan tak lama kemudian, Antonio kembali buat kesalahan serupa yang hampir berbuah gol kedua.

Tak tahan melihat permainan Antonio, sang pelatih pun langsung menggantinya di menit ke-16. Penampilannya itu dicap sebagai debut paling memalukan dalam sejarah sepak bola Jerman. Bisa ditebak, itu jadi satu-satunya penampilannya di Bundesliga.

Antonio tidak memainkan satupun pertandingan sampai kontraknya di Nuremberg habis di tahun 2014. Setelah itu ia pindah ke klubnya Jordi Amat, Johor Darul Takzim. Ia bermain di Malaysia sampai ia pensiun di tahun 2018.

Lionel Messi – Argentina

Kaget ada nama Messi di sini? Ya, mungkin banyak yang lupa bagaimana memalukannya debut Messi bersama Argentina. Semua orang pasti ingat soal debut Messi di Piala Dunia 2006. Tapi itu bukan penampilan pertama Messi bersama tim albiceleste.

Debutnya datang di pertandingan persahabatan tahun 2005 lawan Hungaria. La Pulga masuk di menit ke-63 menggantikan Lisandro Lopez. Tapi baru 43 detik Messi merumput, ia malah memancing keributan di lapangan. Messi kedapatan memukul pemain Hungaria yang mengawalnya dengan ketat. Alhasil wasit langsung mengeluarkan kartu merah.

“Itu tidak seperti yang saya impikan” kenang Messi soal debutnya. Tentu saja, mendapat kartu merah setelah 43 detik di pertandingan debut bukan impian semua orang. Terlebih, itu hanyalah pertandingan persahabatan. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk Messi memasang tensi tinggi.

Tapi mungkin itu pengaruh dari gairah muda Messi. Maklum, usianya masih 18 tahun saat itu. Mungkin tidak usah dijelaskan bagaimana nasibnya setelah debut itu. Terlepas dari debut memalukannya, Messi tetap jadi GOAT.

Gervinho – Arsenal

Setelah bergabung dengan Arsenal di tahun 2011, Gervinho sebenarnya bisa langsung menunjukkan kemampuannya. Ia mencetak 2 gol di 15 menit awal penampilan pertamanya pada laga persahabatan kontra FC Koln. Tapi debutnya di Premier League bersama Arsenal sangat buruk.

Itu terjadi di pertandingan Arsenal lawan Newcastle United. Di tengah laga, Gervinho terkapar di lapangan setelah melakukan kontak fisik dengan pemain Newcastle. Tapi saat itu Joey Barton datang untuk menyuruhnya berdiri. Gervinho pun tersinggung dan memulai perkelahian dengan Barton.

Wasit langsung memberi Gervinho kartu merah. Bermain dengan 10 orang membuat Arsenal hanya mampu imbang lawan Newcastle. Bomber asal Pantai Gading itu pun menerima hukuman larangan bertanding di tiga pertandingan.

Joao Felix – Chelsea

Serupa dengan Gervinho, Felix juga kena kartu merah di laga debutnya. Tapi kejadian yang dialami Felix terasa jauh lebih memalukan. Sebab Chelsea saat itu sedang dalam masa keterpurukan. Dan kedatangan Felix rencananya untuk memperbaiki performa Chelsea.

Di pertengahan musim 2022/23, Chelsea mendatangkan Joao Felix sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid. The Blues rela membayar 9 juta pounds untuk meminjam Felix selama setengah musim. Juga mereka mau membayar beban gaji Felix selama masih di Chelsea. Se-percaya diri itu Chelsea pada Felix.

Pelatih the blues saat itu, Graham Potter pun langsung memainkannya di pertandingan lawan Fulham. Bukannya tampil mengesankan, Felix malah kena kartu merah setelah melakukan tekel ceroboh. Kehilangan 1 pemain di kedudukan 1-1, Chelsea akhirnya kalah 2-1 di akhir laga. Itu jadi momen paling diingat Felix selama di Chelsea.

Ronan Le Crom – PSG

Debut tak kalah memalukan datang dari PSG. Ronan Le Crom adalah kiper cadangan ketiga PSG. Usianya sudah 38 saat itu dan akan pensiun. Ia tercatat hanya sekali bermain untuk PSG. Yaitu di pertandingan terakhir musim 2012/13.

Ronan ditarik dari bangku cadangan di babak kedua melawan Lorient. Itu untuk memenuhi syarat ia dapat medali juara Ligue 1 yang sudah dimenangkan PSG saat itu. Tapi hanya 21 menit kemudian, ia malah kembali lagi ke bangku cadangan setelah dapat kartu merah. Bek Mamadou Sakho pun turun sebagai kiper darurat.

Itu jadi penampilan satu-satunya Ronan bersama PSG. Setidaknya hanya dengan 21 menit, ia memenuhi syarat untuk dapat gelar juara Ligue 1.

Zlatan Ibrahimovic – AC Milan

Ya, pemain sekelas Zlatan Ibrahimovic juga pernah melakukan debut memalukan. Dan itu tidak terjadi saat Zlatan masih muda. Melainkan saat ia sudah jadi pemain top dan bermain untuk AC Milan.

Di tahun 2010, AC Milan mendatangkan Ibrahimovic dari Barcelona. Kedatangan pemain sekelas Ibra tentu buat publik San Siro senang. Tapi Ibra tidak langsung bisa menunjukkan kebolehannya. Justru sebaliknya, di laga debut Serie A bersama Milan, timnya kalah 2-0 dan ia gagal mengeksekusi penalti. Padahal lawannya saat itu adalah tim kelas bawah, Cesena.

Tapi bukan Ibra namanya kalau tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Ia menyelesaikan musim 2010/11 dengan sangat perkasa. Ibra mampu membawa Milan jadi juara Serie A musim itu dengan mencetak 14 gol dan 12 assist

Emmanuel Frimpong – Barnsley

Mantan pemain Arsenal, Emmanuel Frimpong sangat tidak senang saat ia dijual ke Barnsley di tahun 2014. Menurutnya main di Barnsley tidak sekeren main di Arsenal sehingga ia jadi susah untuk memikat wanita.

Rasa tidak senangnya itu ia tunjukkan di pertandingan debutnya di derby lawan Sheffield Wednesday. Hanya 30 menit bermain, ia dikirim keluar oleh wasit setelah dua kali melanggar orang yang sama. Empat bulan kemudian, Barnsley membebaskan Frimpong pergi.

Jonathan Woodgate – Real Madrid

Gelar debut paling memalukan mungkin masih dipegang oleh Jonathan Woodgate di Real Madrid. Kepindahan Woodgate ke Madrid di tahun 2004 sudah buat para penggemar dan pengamat garuk-garuk kepala. Masih jadi misteri mengapa Madrid rela membeli pemain random dari Newcastle dengan harga 13 juta pounds saat itu.

Dan parahnya lagi, ia datang dengan cedera parah yang buatnya harus beristirahat selama 17 bulan. Tapi begitu debutnya datang di bulan September 2005 lawan Athletic Bilbao, itu jadi pertunjukan yang sangat memalukan.

Woodgate mencetak gol bunuh diri di menit ke 24. Setelah itu, ia mendapat kartu merah di menit ke-66 setelah dua kali melakukan pelanggaran keras. Di musim setelahnya Woodgate dipinjamkan ke Middlesbrough sebelum akhirnya dijual permanen. Meskipun singkat, setidaknya ia tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemain Inggris yang punya kesempatan bermain untuk Los Galacticos.

Sumber referensi: The Sun, B/R, B/R 2, 442, The18, GMS, Guardian, Express

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *